This Author published in this journals
All Journal Ebers Papyrus
Susy Olivia Lontoh
Bagian Ilmu Faal Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEK KONSUMSI KOPI ROBUSTA TERHADAP TEKANAN DARAH DAN FREKUENSI NADI PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN RANDUDONGKAL, PEMALANG Imadul Iman Ibnu Sakana; Susy Olivia Lontoh; Chrismerry Song
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38468

Abstract

Kopi merupakan minuman yang banyak dikonsumsi dan mengandung kafein yang dapat memengaruhi sistem kardiovaskular. Efek akut konsumsi kopi terhadap tekanan darah dan frekuensi nadi masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tekanan darah dan denyut nadi sebelum dan sesudah konsumsi kopi robusta pada masyarakat di Kecamatan Randudongkal, Pemalang. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan repeated measures. Sebanyak 69 responden berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan mayoritas laki-laki (72,5%) dan rerata usia 38,06 ± 13,43 tahun. Rerata indeks massa tubuh adalah 22,37 ± 3,37 kg/m². Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi dilakukan sebelum konsumsi kopi serta pada menit ke-5, ke-10, dan ke-15 setelah konsumsi. Analisis data menggunakan uji Repeated Measures ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik mengalami perubahan yang sangat kecil, dari 123,12 mmHg menjadi 122,00 mmHg pada menit ke-5 dan kembali menjadi 123,38 mmHg pada menit ke-15. Tekanan darah diastolik menunjukkan peningkatan ringan dari 79,43 mmHg menjadi sekitar 81 mmHg setelah konsumsi kopi. Namun, perubahan tersebut tidak bermakna secara statistik pada tekanan darah sistolik (p=0,276) maupun diastolik (p=0,117). Frekuensi nadi meningkat dari 82,19 menjadi 84,00 kali/menit pada menit ke-5, kemudian menurun kembali mendekati nilai awal, dengan perubahan yang bermakna secara statistik (p=0,008). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perubahan yang bermakna secara statistik pada tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, sebelum dan sesudah konsumsi kopi robusta pada masyarakat di Kecamatan Randudongkal Pemalang dan terdapat perubahan frekuensi nadi sebelum dan sesudah konsumsi kopi robusta pada masyarakat di Kecamatan Randudongkal Pemalang setelah konsumsi