ABSTRAKKetidakpastian ekonomi global yang semakin kompleks memaksa organisasi mengembangkan strategi bertahan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan lingkungan bisnis yang volatile, uncertain, complex, dan ambiguous (VUCA). Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi agility organization sebagai strategi bertahan perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global melalui pendekatan systematic literature review. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 30 artikel jurnal berkualitas tinggi dari database Scopus, Web of Science, Science Direct, dan database nasional periode 2021-2025. Proses seleksi literature mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan analisis thematic analysis untuk mengidentifikasi pola dan tema implementasi organizational agility. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organizational agility telah berevolusi dari kemampuan reaktif menjadi kapabilitas proaktif yang dimediasi oleh transformasi digital dan big data capability. Implementasi agility organization memerlukan integrasi empat dimensi utama: transformasi digital sebagai enabler, restructuring organisasi menuju struktur fleksibel, strategic human resource management, dan pengembangan budaya pembelajaran berkelanjutan. Faktor-faktor kritis keberhasilan meliputi kepemimpinan transformasional, kapabilitas teknologi, kompetensi digital karyawan, dan budaya organisasi yang mendukung inovasi. Efektivitas agility organization terbukti signifikan dalam meningkatkan organizational resilience dan competitive advantage melalui peningkatan kecepatan respons pasar, fleksibilitas operasional, dan kinerja finansial. Penelitian mengidentifikasi tiga tantangan utama implementasi: gap konsep teoritis dengan praktik lapangan, heterogenitas faktor kritis across industries, dan belum terstandarisasinya framework pengukuran organizational agility. Kata Kunci: organizational agility, ketidakpastian ekonomi, business resilience, transformasi digital, strategic management