Enny Yuliaswati
Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Intensitas Dismenore Sebelum dan Sesudah Pemberian Terapi Akupresur Titik LI4 pada Remaja Putri di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Lina Hasna Mustaqima; Enny Yuliaswati
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.265

Abstract

Dismenore merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari, penurunan konsentrasi belajar, serta berdampak terhadap pencapaian akademik. Prevalensi kejadian dismenore pada remaja putri di Provinsi Jawa Tengah mencapai 56%. Penatalaksanaan dismenore dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah terapi akupresur, karena stimulasi pada titik tertentu diyakini mampu mengurangi kontraksi uterus serta merangsang pelepasan endorfin yang berperan dalam menurunkan persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas dismenore sebelum dan sesudah diberikan terapi akupresur titik LI4 pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan desain one group pretest posttest. Populasi penelitian sebanyak 68 siswi dengan jumlah sampel 30 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling tertentu. Intervensi dilakukan dengan memberikan tekanan pada titik LI4, yaitu area punggung tangan di antara ibu jari dan jari telunjuk, sebanyak 30 putaran. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata intensitas dismenore dari 5,03 sebelum intervensi menjadi 2,47 setelah diberikan terapi akupresur, dengan rata-rata penurunan sebesar 2,6. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara intensitas dismenore sebelum dan sesudah terapi akupresur titik LI4. Dengan demikian, terapi akupresur titik LI4 dapat menjadi salah satu alternatif intervensi nonfarmakologis dalam membantu mengurangi intensitas dismenore pada remaja putri.
Perbedaan Skor Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester 1 Sebelum dan Sesudah Pemberian Air Kelapa Muda di Puskesmas Sangkrah Indriyana Sholikhah; Enny Yuliaswati
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.272

Abstract

Mual muntah merupakan keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil trimester pertama dan dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas sehari-hari apabila tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini juga berisiko menyebabkan dehidrasi, penurunan nafsu makan, serta gangguan keseimbangan elektrolit yang dapat berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin, seperti risiko berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelahiran prematur. Di Jawa Tengah, prevalensi ibu hamil yang mengalami mual muntah mencapai 40–60%. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah pemberian air kelapa muda karena mengandung elektrolit yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membantu mengurangi keluhan mual muntah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor mual muntah pada ibu hamil trimester pertama sebelum dan sesudah diberikan air kelapa muda. Metode penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester pertama yang mengalami mual muntah, dengan jumlah sampel sebanyak 22 responden. Intervensi dilakukan dengan pemberian air kelapa muda sebanyak 300 ml per hari selama 7 hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor mual muntah sebelum diberikan intervensi sebesar 7,95, sedangkan setelah pemberian air kelapa muda menurun menjadi 4,86. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value <0,001 (α=0,05), yang berarti terdapat perbedaan skor mual muntah yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian air kelapa muda. Kesimpulannya, pemberian air kelapa muda efektif dalam menurunkan skor mual muntah pada ibu hamil trimester pertama.