Pemberdayaan pelajar merupakan strategi penting dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan, lingkungan, dan ekonomi. Pelajar Muhammadiyah yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting Durungbedug memiliki potensi besar sebagai agen perubahan, namun belum sepenuhnya dibekali keterampilan praktis yang mendukung kemandirian lingkungan dan ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Pelajar Muhammadiyah Durungbedug melalui pelatihan pembibitan tanaman kelor (Moringa oleifera) sebagai upaya membangun kemandirian lingkungan dan ekonomi yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui tahapan identifikasi masalah, pelatihan teknis pembibitan, praktik mandiri dan pendampingan, pemanfaatan bibit, serta evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelajar dalam teknik pembibitan tanaman kelor. Pelajar berhasil memproduksi dan memelihara 200 bibit kelor dengan kondisi pertumbuhan yang baik. Sebanyak 200 bibit dimanfaatkan untuk penanaman di lingkungan sekitar sebagai upaya penghijauan, dan 100 bibit berhasil dijual kepada masyarakat sebagai bentuk praktik kewirausahaan sederhana. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada pelajar dalam mengintegrasikan aspek lingkungan dan ekonomi berbasis potensi lokal. Program pengabdian ini berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Dengan demikian, pelatihan pembibitan kelor efektif sebagai model pemberdayaan pelajar yang berkelanjutan dan berpotensi direplikasi pada komunitas pelajar lainnya.