Musim kemarau panjang tahun 2026 menyebabkan krisis air bersih meluas di berbagai wilayah Kabupaten Pemalang, termasuk Kecamatan Pulosari yang terletak di lereng Gunung Slamet dengan mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani palawija dan sayuran. Desa Pagenteran, sebagai salah satu desa di kecamatan tersebut, turut mengalami keterbatasan sumber air baku sehingga sebagian petani terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertaniannya. Kondisi ini mendorong Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman untuk melaksanakan program sosialisasi dan demonstrasi pembuatan irigasi tetes sederhana sebagai upaya mendukung efisiensi penggunaan air pada sektor pertanian. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan survei dan identifikasi masalah, perencanaan, penyuluhan, demonstrasi teknis, praktik langsung pemasangan instalasi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Metode kegiatan yang digunakan meliputi diskusi, penyuluhan, dan praktik langsung menggunakan bahan-bahan yang sederhana dan mudah diperoleh. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta yang merupakan petani setempat, ditandai dengan partisipasi aktif dalam setiap tahapan demonstrasi serta ketertarikan untuk menerapkan sistem irigasi tetes secara mandiri di lahan masing-masing pascakegiatan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif jangka pendek dalam mengatasi keterbatasan air, sekaligus mendorong perubahan perilaku petani menuju praktik pertanian yang lebih hemat air dan berkelanjutan di Desa Pagenteran.