Ahmad Farikhin
Perbanas Institute Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sertifikasi Halal sebagai Instrumen Strategis dalam Meningkatkan Daya Saing Industri Pangan Halal Perspektif Ekonomi Islam Nuralika Yepsi; Ahmad Hasan Ridwan; Ahmad Farikhin
ISLAMICA Vol 9 No 2 (2025): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v9i2.132

Abstract

Industri pangan halal mengalami perkembangan signifikan seiring meningkatnya kesadaran konsumen Muslim terhadap jaminan kehalalan produk serta tuntutan pasar global yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sertifikasi halal sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan daya saing industri pangan halal dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif-analitis. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji bahan hukum primer dan sekunder yang relevan. Selanjutnya, data dianalisis secara kualitatif melalui pendekatan konseptual dan analisis literatur terhadap regulasi jaminan produk halal serta prinsip-prinsip ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pencegahan produk haram, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing industri. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaknaan sertifikasi halal sebagai strategi ekonomi berbasis maqāṣid al-syarī‘ah yang mengintegrasikan aspek kepatuhan syariah, perlindungan konsumen, dan keberlanjutan industri halal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model penguatan industri pangan halal yang berorientasi pada kemaslahatan.
Reorientasi Evaluasi Pembelajaran Fiqih Dari Pengukuran Kognitif Menuju Pemahaman Keagamaan Yunita Fajaryani Safitri; Ahmad Farikhin; M. Bintang Alfaturrahaman; Ulfa Futri Hasyimiyah Qissa 'Ali; Pepep Pepep; Depi Purnamasari
ISLAMICA Vol 10 No 2 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i2.189

Abstract

Evaluasi pembelajaran Fiqih di madrasah masih menghadapi persoalan ketika keberhasilan belajar lebih banyak direpresentasikan melalui capaian kognitif, sementara kemampuan memahami, menalar, mengontekstualisasikan, dan mengamalkan ketentuan Fiqih belum memperoleh ruang pengukuran yang proporsional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas instrumen evaluasi formatif pembelajaran Fiqih sekaligus merumuskan reorientasi evaluasi dari dominasi pengukuran kognitif menuju pemahaman keagamaan yang lebih substantif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang diperkaya dengan analisis substantif terhadap karakteristik instrumen. Data bersumber dari naskah ujian formatif Fiqih berbasis Google Forms, respons peserta didik, kisi-kisi soal, dan dokumen pembelajaran. Kualitas empiris instrumen dianalisis melalui validitas butir, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda, sedangkan kualitas substantif dianalisis berdasarkan kemampuan butir merepresentasikan pengetahuan konseptual-normatif, penalaran hukum, kontekstualisasi, dan orientasi pengamalan Fiqih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas instrumen tidak seragam dan validitas psikometrik belum tentu menjamin kemampuan instrumen dalam merepresentasikan kedalaman pemahaman keagamaan. Reorientasi evaluasi membutuhkan integrasi antara validitas psikometrik dan validitas substantif-keagamaan melalui diversifikasi instrumen, penggunaan soal kontekstual, pengembangan penalaran hukum, serta asesmen autentik. Penelitian menawarkan kerangka evaluasi Fiqih multidimensional yang menggeser orientasi dari sekadar mengetahui hukum menuju kemampuan memahami, menalar, mengontekstualisasikan, dan mengamalkannya dalam kehidupan.