Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (Studi Kasus Pada SMK Negeri 3 Sumbawa Besar) Kenedi, Jhon; Batulante, Arbi
Jurnal Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SMK Negeri 3 Sumbawa Besar. Sehingga dengan adanya penelitian ini memberikan gambaran bagi para pemangku kepentingan di daerah tentang bagaimana bentuk implementasi terhadap MBS sebagai bentuk desentralisasi kebijakan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dipilihnya pendekatan kualitatif karena peneliti akan memperoleh informasi secara mendalam berkaitan dengan bagaimana kebijakan MBS pada sekolah kejuruan. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi kasus (case study). Untuk memperoleh data pada penelitian ini dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman steakholder yang ada di SMK 3 Sumbawa Besar terkait tentang Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yaitu pemberian kewenangan kebijakan pendidikan dari jenjang di atas baik pemerintah pusat, provinsi kabupaten dan kota kepada satuan pendidikan. Kewenangan yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan diberikan keluasan untuk mengelolah, memanfaatkan serta memberdayakan sumber daya sekolah seoptimal mungkin. Bentuk partisipasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam Manajemen Berbasis Sekolah, semua kegiatan sekolah selalu melibatkan seluruh warga sekolah baik dalam hal prencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi dari semua kegiatan yang telah dilaksanakan.
ANALISIS KONDISI EKONOMI KELUARGA YANG MEMPENGARUHI KEBERLANJUTAN STUDI ANAK DI DESA KUKIN KECAMATAN MOYO UTARA Batulante, Arbi; Kenedi, Jhon
Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia. Hal tersebut telah tertuang dalam Undang-Undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak, untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, status ekonomi, suku, etnis, agama, dan gender. Berdasarkan latar belakang penelitian, maka rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana Pengaruh Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Keberlanjutan Studi Anak dilaksankan di Desa Kukin Kecamatan Moyo Utara? Dalam penelitian ini penulis akan mengumpulkan data dan menggambarkan tentang kondisi sosial ekonomi orang tua dalam upaya keberlanjutan studi anak di Desa Kukin kemudian membuat kesimpulan guna dijadikan sebagai acuan bagi pembaca khususnya peneliti selanjutnya, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa dalam rangka mengambil kebijakan strategis dalam mebangun masyarakat khususnya dunia pendidikan. Berdasarkan hasil observasi, tingkat pendidikan masyarakat di Desa Kukin Pendidikan pada masyarakat Kukin bukan menjadi prioritas utama. Masyarakat masih susah mengeluarkan biaya untuk sekolah anak-anaknya. Dari pada untuk biaya sekolah, lebih baik biaya itu untuk membeli sawah atau ladang yang jelas-jelas nanti akan ada hasilnya dan dapat dinikmati bersama.Masyarakat Desa Kukin memiliki tingkat pendidikan yang beragam. Tetapi secara keseluruhan mayoritas masyarakat di sana memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Berbagai alasan yang disampaikan oleh masyarakat di antaranya adalah karena masih mahalnya biaya untuk menyekolahkan anak-anaknya.
Peran Satgas Wilayah Bengkulu Detasemen Khusus 88 Anti Teror POLRI dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Provinsi Bengkulu Perspektif Fiqih Siyasah Alpino, Muhammad Dadang; Kenedi, Jhon; Jalili, Ismail
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i2.5882

Abstract

Abstract : The role of the Bengkulu Regional Task Force Special Detachment 88 Anti-Terror of the Indonesian National Police in preventing radicalism and terrorism in Bengkulu province, through implementing a de-radicalization program, which aims to eliminate extreme ideologies from individuals and groups influenced by radical ideology. The obstacle found was that the implementation of activities such as counseling, seminars and workshops had not been optimal. A significant external obstacle is the difficulty in early detection of the development of terrorist groups in society. In the review of Fiqh Siyasah Syar'iyyah, the government's main responsibility is to maintain security and order by implementing policies that are in line with sharia. Apart from that, the Task Force plays a role as implementer of state policies which are based on the principle of upholding justice. According to Fiqh Siyasah, justice is a fundamental principle that must be implemented by the Government in all forms of policy. Thus, the steps taken by the Bengkulu Task Force in maintaining the stability and security of its region through preventing terrorism are a manifestation of the state's obligation to realize maslahah and prevent greater damage (mafsadah) to society. Keywords: Radicalism, Terrorism, Task Force, Special Detachment 88, POLRI. Abstrak : Peran satuan Tugas Wilayah Bengkulu Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam pencegahan, Radikalisme dan Terorisme di provinsi Bengkulu, melalui pelaksanaan program deradikalisasi, yang bertujuan untuk menghilangkan ideologi ekstrem dari individu dan kelompok yang terpengaruh oleh paham radikal. Kendala yang ditemukan adalah belum maksimalnya pelaksanaan kegiatan seperti penyuluhan, seminar, dan sarasehan. Kendala eksternal yang signifikan adalah kesulitan dalam mendeteksi dini perkembangan kelompok terorisme di masyarakat. Dalam tinjauan Fiqh Siyasah Syar’iyyah, tanggung jawab utama pemerintah adalah menjaga keamanan dan ketertiban dengan menerapkan kebijakan yang sejalan dengan syariah. Selain itu, Satgas berperan sebagai pelaksana kebijakan negara yang didasarkan pada prinsip penegakan keadilan. Menurut Fiqh Siyasah, keadilan adalah prinsip fundamental yang harus diterapkan oleh Pemerintah dalam segala bentuk kebijakan. Dengan demikian, langkah-langkah Satgas Bengkulu dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayahnya melalui pencegahan terorisme merupakan manifestasi dari kewajiban negara dalam mewujudkan maslahah dan mencegah kerusakan (mafsadah) yang lebih besar bagi masyarakat. Kata kunci : Radikalisme, Terorisme, Satgas, Detasemen Khusus 88, POLRI.