Irena Novarlia
Program Studi Industri Pariwisata, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KETERIKATAN DESTINASI TERHADAP MINAT KUNJUNGAN ULANG WISATAWAN DI MATA AIR CIKANDUNG SUMEDANG Rina Damayanti; Irena Novarlia; Oman Sukirman
Jurnal IPTA (Industri Perjalanan Wisata) Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal IPTA (July 2026)
Publisher : Department of Tour and Travel Studies, Faculty of Tourism, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IPTA.2026.v14.i01.p15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterikatan destinasi terhadap minat kunjungan ulang wisatawan di destinasi wisata Mata Air Cikandung, Kabupaten Sumedang. Keterikatan destinasi merupakan salah satu faktor penting dalam memahami perilaku wisatawan, khususnya dalam membentuk hubungan emosional antara wisatawan dan destinasi yang dikunjungi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada wisatawan yang pernah berkunjung ke Mata Air Cikandung. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 396 orang yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu sesuai dengan kebutuhan penelitian. Analisis data  penelitian menggunakan perangkat SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterikatan destinasi memiliki pengaruh terhadap minat kunjungan ulang wisatawan. Wisatawan yang memiliki keterikatan yang kuat terhadap destinasi cenderung menunjukkan keinginan yang lebih tinggi untuk kembali mengunjungi destinasi tersebut. Selain itu, keterikatan destinasi juga berperan dalam membentuk pengalaman wisata yang berkesan, sehingga dapat meningkatkan rasa kedekatan wisatawan terhadap lingkungan destinasi serta mendorong munculnya minat untuk melakukan kunjungan ulang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengelola destinasi wisata dalam merancang strategi pengelolaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pengalaman wisatawan serta penguatan hubungan antara wisatawan dan destinasi. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan perilaku wisatawan, khususnya pada destinasi wisata alam lokal.
PENGARUH INFRASTRUKTUR JALAN DAN PERSEPSI NILAI WISATAWAN TERHADAP KEBERLANJUTAN DESTINASI WISATA ALAM DI KABUPATEN SUMEDANG Listiany Fauzia; Irena Novarlia; Oman Sukirman
Jurnal IPTA (Industri Perjalanan Wisata) Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal IPTA (July 2026)
Publisher : Department of Tour and Travel Studies, Faculty of Tourism, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IPTA.2026.v14.i01.p9

Abstract

Kabupaten Sumedang memiliki visi menjadi Kabupaten Wisata bertaraf World Class Destination dan didukung dengan diresmikannya Jalan Tol Cisumdawu pada tahun 2023. Namun kondisi jalan penghubung menuju destinasi wisata alam belum sepenuhnya optimal, dan diindikasikan berdampak pada fluktuasi jumlah kunjungan wisatawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh infrastruktur jalan (X1) dan persepsi nilai wisatawan (X2) terhadap keberlanjutan destinasi wisata alam (Y) di Kabupaten Sumedang, dengan objek penelitian Cisoka Eco Green Park dan Mata Air Cipelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Data dikumpulkan dari 409 responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling dan dilakukan pembersihan terhadap outlier sehingga 380 responden digunakan untuk analisis utama menggunakan regresi linear berganda melalui SPSS 25. Infrastruktur jalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan destinasi, dengan persepsi nilai sebagai faktor yang lebih dominan. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi yang kuat dalam menjelaskan keberlanjutan destinasi wisata alam. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian aspek infrastruktur fisik dan persepsi wisatawan dalam satu kerangka analisis keberlanjutan destinasi wisata alam pada konteks daerah yang sedang berkembang.