Dony Trieko Saputra
Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM KAMPUNG NELAYAN SEJAHTERA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DI KOTA BENGKULU Dony Trieko Saputra; Ayu Wijayanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.59667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Kampung Nelayan Sejahtera dalam pemberdayaan masyarakat pesisir di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Evaluasi dilakukan secara komprehensif dengan menggunakan enam kriteria evaluasi kebijakan publik menurut William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi langsung, dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan informan kunci yang ditentukan melalui metode pemilihan sampel bertujuan (purposive sampling). Analisis data dilakukan secara induktif interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi kebijakan ini secara umum telah berjalan dengan baik, di mana program penataan infrastruktur dasar dinilai efektif, mencukupi, dan efisien dalam mengubah wajah kawasan kumuh menjadi pemukiman yang tertata sehat melalui pola kolaborasi multisektor. Kebijakan ini juga memiliki responsivitas dan ketepatan yang tinggi yang dibuktikan dengan lahirnya diversifikasi pekerjaan baru di sektor pariwisata hutan mangrove sebagai mata pencaharian alternatif keluarga nelayan saat masa sulit tangkapan ikan. Namun demikian, kriteria pemerataan masih menyisakan catatan kritis karena distribusi manfaat ekonomi dan informasi program lanjutan cenderung masih terpusat pada kelompok warga di koridor utama kawasan wisata dan belum menjangkau masyarakat pemukiman bagian dalam secara berkeadilan.