Gregorius Tsiompah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Elisabeth Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi Galantin Berbasis Ikan Selar dan Daun Kelor Untuk Optimasi Gizi Balita Maria Dolorosa P. Sogen; Andrea Putri Sekar Tunjung; Gregorius Tsiompah
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v6i1.37037

Abstract

Latar Belakang: Salah satu cara untuk mengatasi malnutrisi seperti stunting dan wasting pada balita adalah melakukan optimalisasi zat gizi pada menu makanan dengan jalan substitusi pangan lokal pada galantine berbahan dasar ikan selar dan daun kelor. Tujuan penelitian adalah menentukan formulasi galantin dan menganalisis zat gizi dari formulasi terpilih yang diberikan perlakuan kukus dan goreng.Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan Desain Acak Lengkap. Terdapat 4 formulasi galantine dengan bahan dasar daging ayam, ikan selar dan daun kelor yaitu F1 (375: 0), F2 (300: 300), F3 (225 : 150) dan F4(150 : 225). Daun kelor yang digunakan dalam semua formulasi adalah 10%. Parameter daya terima yang diukur adalah warna, aroma, rasa dan tekstur dengan skala pengukuran adalah (1) sangat tidak suka, (2) tidak suka, (3) agak suka, (4) suka dan (5) sangat suka dengan melibatkan 35 panelis semi terlatih. Hasil skor penilaian organoleptik oleh panelis dianalisis menggunakan Excel 2010 dan SNI 01-2346-2006. Selanjutnya formulasi terpilih hasil analisis daya terima, dianalisis kadar protein dan kalsium dengan dibagi menjadi 2 sampel. Sampel formulasi pertama dengan berat 100 gram diberikan perlakuan dikukus. Sampel kedua dengan berat 100 gram, diberikanperlakuan digoreng. Kadar protein galantin dianalisis dengan metode semimikro kjeldahl dan kadar kalsium dengan metode titrasi EDTA. independent t-test untuk analisis perbandingan kadar protein dan kalsium dengan 3x pengulangan.Hasil: hasil analisis diperoleh galantin formulasi 2 adalah paling disukai oleh panelis dari warna, aroma, rasa dan tekstur. Analisis zat gizi dari galantin kukus adalah 17,5 gram protein lebih tinggi dibanding galantin goreng dan kadar kalsium tidak berbeda nyata dengan galantin goreng. Pada balita 1-5 tahun yang mengkonsumsi 2 potong galantin setara 50 gram dapat memenuhi kebutuhan protein harian 44% - 35,2% dan kebutuhan kalsium harian 6,7% - 4,4% dari kebutuhan protein dan kalsiumberdasarkan AKG 2019