Natalia Paskawati Admuntja
Public Health Faculty Universitas Cendrawasih

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pemeriksaan IMS dan HIVpada Pekerja Seks Perempuan di Distrik Heram, Kota Jayapura Nimbrot Walianggen; Novita Medyati; Katarina Lodia Tututurop; Agustina Regina Yufuai; Sherly Novita Mamoribo; Natalia Paskawati Admuntja; Brema Damanik
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v6i1.49863

Abstract

Latar Belakang: HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi masalah kesehatan global, terutama pada kelompok berisiko seperti pekerja seks perempuan (PSP). Rendahnya kepatuhan PSP dalam melakukan pemeriksaan IMS dan HIV secara rutin menjadi tantangan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di Kota Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengana-lisis faktor-daktor yang berhubungan dengan kepatuhan pemeriksaan IMS dan HIV pada pekerja seks perempuan di Distrik Heram, Kota Jayapura.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 70 responden direkrut menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil: Sebanyak 57,14% responden tidak patuh dalam melakukan skrining IMS dan HIV. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p = 0,027), lama bekerja (p = 0,005), akses terhadap layanan kesehatan (p < 0,001), dan dukungan tenaga kesehatan (p < 0,001) berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan skrining. Namun, hasil analisis regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa dukungan tenaga kesehatan merupakan satu-satunya faktor yang berhubungan secara independen dengan kepatuhan skrining IMS dan HIV (p = 0,006).Kesimpulan: Dukungan tenaga kesehatan merupakan satu-satunya faktor independen yang berhubungan dengan kepatuhan skrining IMS dan HIV pada pekerja seks perempuan. Penguatan peran tenaga kesehatan berpotensi meningkatkan kepatuhan terhadap skrining IMS dan HIV secara rutin pada kelompok ini.