Latar Belakang: HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi masalah kesehatan global, terutama pada kelompok berisiko seperti pekerja seks perempuan (PSP). Rendahnya kepatuhan PSP dalam melakukan pemeriksaan IMS dan HIV secara rutin menjadi tantangan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di Kota Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengana-lisis faktor-daktor yang berhubungan dengan kepatuhan pemeriksaan IMS dan HIV pada pekerja seks perempuan di Distrik Heram, Kota Jayapura.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 70 responden direkrut menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil: Sebanyak 57,14% responden tidak patuh dalam melakukan skrining IMS dan HIV. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p = 0,027), lama bekerja (p = 0,005), akses terhadap layanan kesehatan (p < 0,001), dan dukungan tenaga kesehatan (p < 0,001) berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan skrining. Namun, hasil analisis regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa dukungan tenaga kesehatan merupakan satu-satunya faktor yang berhubungan secara independen dengan kepatuhan skrining IMS dan HIV (p = 0,006).Kesimpulan: Dukungan tenaga kesehatan merupakan satu-satunya faktor independen yang berhubungan dengan kepatuhan skrining IMS dan HIV pada pekerja seks perempuan. Penguatan peran tenaga kesehatan berpotensi meningkatkan kepatuhan terhadap skrining IMS dan HIV secara rutin pada kelompok ini.
Copyrights © 2026