Ahmad Zakly Mahyunir Nur
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Media Informasi di Area Keberangkatan terhadap Pemahaman Penumpang Mengenai Barang Bawaan Kabin Pesawat Ahmad Zakly Mahyunir Nur; Sundoro; Wahyudono
Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v3i2.8980

Abstract

Tingginya temuan barang bawaan dilarang di area keberangkatan Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, mencapai 684 kasus selama Oktober 2025 hingga Maret 2026, mengindikasikan rendahnya pemahaman calon penumpang terhadap regulasi keamanan penerbangan, diduga akibat kurang efektifnya media informasi di area keberangkatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman calon penumpang mengenai ketentuan barang bawaan ke kabin pesawat udara serta pengaruh media informasi terhadap pemahaman tersebut. Metode kuantitatif dengan pendekatan survei digunakan karena mampu menghasilkan data terukur objektif dan diuji hipotesisnya secara statistik. Sampel berjumlah 92 calon penumpang dipilih melalui purposive sampling diperkuat accidental sampling, dengan kuesioner skala Likert lima tingkat dan dianalisis melalui regresi linear sederhana pada IBM SPSS Statistics. Hasil menunjukkan tingkat pemahaman calon penumpang berada pada kategori Sedang/Cukup Baik dengan skor rata-rata 18,51. Media informasi berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman calon penumpang, dibuktikan nilai t hitung 11,081 lebih besar dari t tabel 1,662 dengan signifikansi <0,001. Nilai R Square 0,577 menunjukkan kontribusi media informasi sebesar 57,7% terhadap pemahaman calon penumpang, sedangkan 42,3% dipengaruhi faktor lain seperti pengalaman terbang dan usia. Penelitian lanjutan disarankan mengkaji variabel lain seperti pengalaman terbang dan latar belakang pendidikan sebagai variabel kontrol, serta memperluas lokasi penelitian ke bandar udara lain guna meningkatkan generalisasi hasil.