Elok Fadhilah
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Epistemologi Qur'ani  Growth Mindset Dalam QS. An-Najm/53:39-42 Sebagai Respons Terhadap Quarter-Life Crisis Generasi Z Elok Fadhilah
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v6i1.2323

Abstract

Fenomena quarter-life crisis pada Generasi Z ditandai oleh kecemasan yang berorientasi pada  hasil, krisis identitas dan perasaan tidak nyaman yang diperparah oleh komaparasi media sosial. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merumuskan kerangka epistemologis “Qur’ani Growth Mindset” sebagai solusi kognitif dan spiritual. Penelitian kualitatif berbasis library research ini menerapkan kerangka hermeneutika Ma’nā-cum-Maghā dari Sahiron Syamsuddin untuk menganalisis QS. An-Najm/53:39-42. Kerangka analisis meliputi tiga pilar: al-ma’na al-tārīkhī (makna sejarah asli), al-maghzā al-tārīkhī (signifikansi sejarah) dan al-maghzā al-mutaharrik al-mu’āsir (signifikansi kontemporer). Hasil analisis menunjukkan bahwa al-ma’na al-tārīkhī dan al-maghzā al-tārīkhī dalam ayat ini berfungsi meruntuhkan fatalisme pesimis Arab pra Islam dengan menegakkan tanggung jawab moral individual dan apresiasi berbasis proses (sa’y). Secara bersamaan, al-maghzā al-mutaharrik al-mu’āsir mengintegrasikan teori growth mindset oleh Carol S. Dweck dengan teologi Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, Qur’ani growth mindset  mengubah orientasi Generasi Z dari kecemasan hasil menuju penilaian berbasis proses (saufu yurā), memberikan fondasi agensi yang melawan fixed mindset insecurity (mā sa’ā), serta membangun resiliensi emosional melalui kepasrahan bertauhid (ilā rabbikal-muntahā). Penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan berupa integrasi interdisipliner antara hermeneutika Al-Qur’an dan psikologi kognitif dalam menghadapi tantangan kesehatan mental Generasi Z.