Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH DAN PUPUK NPK PADA MEDIA GAMBUT Herani, Antonia; Anggorowati, Dini; Gusmayanti, Evi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.61302

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap bawang merah akan terus meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dan daya belinya. Produksi bawang merah di Kalimantan saat ini tercatat sebagai salah satu daerah penghasil bawang merah namun produksinya masih rendah. Rata-rata kebutuhan bawang merah di Kalimantan Barat sekitar 13.028 ton/tahun sedangkan produksi bawang merah tahun 2022 hanya sebesar 226,90 ton dari 118 ha luas panen. Bawang merah agar dapat berproduksi dengan maksimal perlu dilakukan budidaya yang baik, salah satunya dengan pemberian zat pengatur tumbuh dan pemupukan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh interaksi pemberian zat pengatur tumbuh dan dosis pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang terbaik pada media gambut. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, waktu penelitian mulai 15 Agustus s/d 25 Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama zat pengatur tumbuh dengan 2 taraf (tanpa zat pengatur tumbuh, dengan zat pengatur tumbuh) dan faktor kedua pupuk NPK dengan 3 taraf (0,8 g/polybag ; 1,2 g/polybag ; 1,Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi dari pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK diperoleh pada variabel berat segar umbi dan berat kering angin. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah umbi, berat umbi segar (g) dan berat Umbi Kering Angin Per Rumpun (g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi dari pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK diperoleh pada variabel berat segar umbi dan berat kering angin. sedangkan variabel lainnya tidak terdapat interaksi. Interaksi pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha merupakan dosis efektif yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman bawang merah yang ditanam pada media gambut. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah umbi, berat umbi segar (g) dan berat Umbi Kering Angin Per Rumpun (g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi dari pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK diperoleh pada variabel berat segar umbi dan berat kering angin. sedangkan variabel lainnya tidak terdapat interaksi. Interaksi pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha merupakan dosis efektif yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman bawang merah yang ditanam pada media gambut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi dari pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK diperoleh pada variabel berat segar umbi dan berat kering angin. sedangkan variabel lainnya tidak terdapat interaksi. Interaksi pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha merupakan dosis efektif yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman bawang merah yang ditanam pada media gambut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi dari pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK diperoleh pada variabel berat segar umbi dan berat kering angin. sedangkan variabel lainnya tidak terdapat interaksi. Interaksi pemberian hormon tumbuhan dan pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha merupakan dosis efektif yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman bawang merah yang ditanam pada media gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ZPT secara mandiri berpengaruh terhadap variabel jumlah daun dan variabel jumlah umbi. Pemberian pupuk NPK secara mandiri berpengaruh terhadap variabel jumlah umbi.