Perbanyakan tanaman sirih merah menggunakan setek seringkali menemui kegagalan dengan tidak tumbuhnya akar. Kemungkinan keberhasilan metode setek sirih merah ini 40-70%, dan jika setek berasal dari bagian muda tingkat keberhasilan tidak lebih dari 30%. Hal ini dikarenakan kemampuan setek untuk membentuk akar adventif akan berkurang seiring dengan penambahan umur pada tanaman induknya. Upaya peningkatan keberhasilan setek batang sirih merah dapat dilakukan dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) untuk merangsang dan memacu terjadinya pembentukan akar setek, selanjutnya upaya untuk mendukung perkembangan akar dapat dilakukan dengan memperbaiki media tanam sehingga tempat pertumbuhan akar akan lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan perbandingan media tanam antara tanah PMK dan sludge yang terbaik untuk pertumbuhan setek tanaman sirih merah. Penelitan ini dilaksanakan di Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau pada tanggal 13 Maret "“ 20 Juli 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Petak utama (main plot) adalah ZPT (R) dan anak petak (subplot) adalah perbandingan volume media tanam antara sludge dan tanah PMK (S). Petak utama (main plot) terdiri dua taraf yaitu: r0 = Tanpa Pemberian ZPT dan r1 = Pemberian ZPT. Anak petak (subplot) terdiri dari empat taraf yaitu: s1= Tanah PMK, s2 = Tanah PMK + Sludge (2:1), s3 = Tanah PMK + Sludge (1:1), dan s4 = Tanah PMK + Sludge (1:2), sehingga terbentuk 8 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dan setiap perlakuan terdapat 10 sampel tanaman sehingga terdapat 320 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan media tanam antara tanah PMK dan sludge 2:1 merupakan media yang terbaik untuk pertumbuhan setek sirih merah pada volume akar. Pemberian ZPT dan semua perbandingan media tanam memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan setek sirih merah.