Rezki Suci Qamaria
Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Terapi Bermain untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Down Syndrome di Sekolah Inklusi Rezki Suci Qamaria; Layly Mukharomah; Hapsari Nur Cahyani
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Desember 2026
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v6i1.319

Abstract

Latar Belakang: Anak dengan down syndrome umumnya mengalami hambatan dalam perkembangan kemampuan berbicara sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan individual. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menstimulasi kemampuan tersebut adalah terapi bermain. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan penerapan terapi bermain sebagai upaya meningkatkan kemampuan berbicara anak dengan Down Syndrome. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi identifikasi kebutuhan, pelaksanaan terapi bermain secara bertahap, pendampingan, serta evaluasi perkembangan kemampuan berbicara melalui observasi dan dokumentasi. Hasil: Penerapan terapi bermain melalui berbagai aktivitas permainan menunjukkan perkembangan positif pada kemampuan berbicara anak dengan Down Syndrome. Perkembangan tersebut ditunjukkan oleh meningkatnya keberanian dalam berbicara, bertambahnya kosakata, meningkatnya kejelasan pelafalan, serta kemampuan menyusun kalimat sederhana secara lebih runtut. Selain itu, suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak menekan turut mendorong motivasi anak untuk berkomunikasi secara lebih aktif. Kesimpulan: Terapi bermain dapat menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menstimulasi kemampuan berbicara anak dengan Down Syndrome. Pendekatan ini dapat diterapkan sebagai strategi pembelajaran untuk mendukung perkembangan bahasa lisan anak berkebutuhan khusus, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif.