Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Program Makan Bergizi Gratis Terhadap Pemberdayaan Petani Lokal di Kabupaten Lebak Abdul Rojak; Jaka Permana; Mahrus Helmi; Reihan DWI Prayudi
Jurnal Silatene Sosial Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Suwaib Amiruddin Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53611/4znfyd05

Abstract

Abstract This study aims to analyze the implementation of the Free Nutritional Meals (MBG) Program towards empowering local farmers in Lebak Regency. The MBG Program is a national policy that focuses not only on providing nutrition but also has the potential to encourage strengthening the local economy through the utilization of local agricultural products. This study uses a qualitative descriptive approach with the primary data source being an in-depth interview with one key informant from the Rangkas Bitung Barat Nutrition Fulfillment Service Unit (SPPG) and secondary data obtained from news reports and related documents. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the implementation of the MBG Program has involved local farmers as food suppliers, particularly vegetables, thus opening market access and opportunities for increasing income. However, farmer empowerment is still partial because farmer involvement has not been integrated comprehensively and sustainably. This study contributes to fostering public policy studies, particularly regarding the role of the national nutrition program in supporting the economic empowerment of local farmers..   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pemberdayaan petani lokal di Kabupaten Lebak. Program MBG merupakan kebijakan nasional yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berpotensi mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk pertanian setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data utama berupa wawancara mendalam dengan satu informan kunci dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rangkas Bitung Barat serta data sekunder yang diperoleh dari berita daring dan dokumen terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program MBG telah melibatkan petani lokal sebagai pemasok bahan pangan, khususnya komoditas sayuran, sehingga membuka akses pasar dan peluang peningkatan pendapatan. Namun demikian, pemberdayaan petani masih bersifat parsial karena keterlibatan petani belum terintegrasi secara menyeluruh dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian kebijakan publik, khususnya mengenai peran program gizi nasional dalam mendukung pemberdayaan ekonomi petani lokal.
Strategi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam upaya Pencegahan Dini di Kabupaten Pandeglang Angelica Ayu Santice Putri; Ratu Milah Hamdalah; Jaka Permana
Social Science Research Journal Vol. 3 No. 3 (2026): Oktober
Publisher : Inovasi Saintific Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang dalam mencegah pernikahan dini beserta faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur, dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Kerangka teori strategi Quinn (1980) diterapkan untuk menganalisis tiga indikator meliputi tujuan, kebijakan, dan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan telah dirumuskan dengan jelas, kebijakan yang dijalankan belum didukung regulasi daerah yang spesifik, dan program telah menjangkau seluruh wilayah namun efektivitasnya sulit dinilai karena keterbatasan data yang digunakan sebagai indikator keberhasilan. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan regulasi daerah yang spesifik, integrasi data lintas instansi, perluasan jangkauan program ke wilayah rentan, dan penguatan pendekatan berbasis komunitas melalui pelibatan tokoh agama.