Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Signifikansi Sejarah dalam Penanaman Nasionalisme bagi Peserta Didik Ana Safitri; Awaludin Jamil
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/r4f74d05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kembali pembelajaran sejarah dapat mempengaruhi terbentuknya jiwa nasionalisme di kalangan siswa/mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai kondisi objektif, terutama berkaitan dengan etnis, agama, budaya, dan bahasa tampaknya memang sangat rentan dan potensial akan menjadi penyebab terjadinya disintegrasi bangsa. Konsep tentang sejarahmencakup pengembangan nilai-nilai di sekolah yang perhatian dan penekanannya berbeda-beda sesuai tingkat semangat dosen dan kondisi fisik serta iklim sosial dari sekolah/kampus. Konsep sejarahdalam pembelajaran sejarah tersebut bertujuan membangun kembali ikatan kebangsaan (rebuilding the nation) yang merupakan problem rebuilding the humanities, society, and culture.
Dinamika Sosial Nyai Pribumi Jawa Abad XX Awaludin Jamil; Ana Safitri
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3tafqk52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dinamika kehidupa nyai pada masa kolonial, dan (2) Mengetahui transformasi modernisasi wanita di Jawa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Sejarah. Langkah-langkah dalam penelitian sejarah meliputi: pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pribumi yang dijadikan gundik oleh laki-laki Eropa biasa disebut dengan ‘nyai’. Pengambilan nyai dilakukan karena sedikitnya jumlah perempuan Eropa didatangkan ke Hindia Belanda. Seorang nyai akan berfungsi sebagai pembantu rumah tangga hingga pemuas kebutuhan seksual tuan Eropanya. Praktik pergundikan banyak terjadi dalam beberapa tempat yang memang pada saat itu menjadi pusat-pusat pemerintahan atau perekonomian pemerintah Hindia Belanda. Nyai merupakan perempuan-perempuan pertama yang terpenetrasi oleh kebudayaan baru yang dibawa tuan Eropanya. Peranan nyai sebagai mediator budaya Jawa dan Eropa dapat dilihat dalam berbagai bidang kehidupan, antara lain rijsttafel (kebiasaan makan), busana, bahasa, dan gaya hidup.