Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, berkomunikasi, dan mendukung aktivitas pembelajaran, namun juga menghadirkan berbagai tantangan dalam penggunaannya, seperti penyebaran hoaks, pelanggaran privasi, cyberbullying, dan komunikasi yang tidak etis. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital yang tidak hanya berorientasi pada kecakapan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi literasi digital berbasis nilai karakter untuk membangun pemahaman mengenai perilaku digital yang aman, kritis, etis, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Darut Tafsir Al Husaini melalui tahapan pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode yang digunakan berupa edukasi partisipatif, diskusi, dan pembahasan studi kasus, dengan evaluasi secara deskriptif terhadap keterlaksanaan dan ketercapaian materi. Hasil kegiatan menunjukkan ketercapaian enam aspek edukasi literasi digital, meliputi keamanan dan privasi digital, identifikasi hoaks, etika komunikasi, tanggung jawab terhadap konten, pencegahan cyberbullying, dan kemampuan berpikir kritis terhadap informasi. Keenam aspek tersebut diintegrasikan dengan enam nilai karakter, yaitu kejujuran, tanggung jawab, disiplin, rasa hormat, kepedulian, dan berpikir kritis. Hasil evaluasi deskriptif menunjukkan bahwa seluruh materi dan nilai karakter yang direncanakan dapat diterapkan dalam diskusi dan penyelesaian kasus digital. Kegiatan ini menghasilkan model edukasi yang menghubungkan kecakapan digital dengan nilai karakter sebagai dasar penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.