Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Toilet Training Pada Anak Usia 4 Tahun Di Paud Terpadu Anuta Singgani Desa Tinggede Kec. Marawola Kab. Sigi: Toilet Training Education Of 4 Years Old Children At Anuta Singgani Integrated Early Childhood Education Of Tinggede Village Marawola District Sigi Regency Nur Fadylah; Nur Febrianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i11.5601

Abstract

Anak usia dini merupakan sekelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang unik. Ketidakcukupan pendidikan orang tua mengenai pelatihan toilet, praktik orang tua yang membiarkan anak-anak mereka berkemih di mana saja, dan ketidaktahuan orang tua mengenai cara melatih balita untuk mengentrol buang air. Permainan dan film teknologi canggih adalah pilihan yang baik sebagai media pembelajaran untuk anak-anak berusia antara tiga hingga lima tahun, terutama yang memiliki karakter yang menawan dan khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pelaksanaan teknik edukasi audio visual dengan diagnosa keperawatan defisit pengetahuan di Paud Terpadu Anuta Singgani Desa Tinggede Kec. Marawola Kab. Sigi. Metode studi kasus deskriptif adalah jenis studi kasus yang memberikan deskripsi suatu kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti untuk menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Hari pertama pasien mengatakan belum mengetahui bagaimana cara melakukan toileting dengan benar. Hari kedua ibu pasien mengatakan anaknya sudah BAK di toilet pada saat mandi sore, Hari ketiga ibu pasien mengatakan anaknya tadi pagi sebelum berangkat ke paud pergi BAB dan BAK ditoilet sendiri. Kesimpulanya setelah dilakukan implementasi teknik edukasi menggunakan audio visual pasien sudah BAK di toilet pada saat mandi sore, dan tampak kooperatif saat dilakukan tindakan implementasi selanjutnya.
Asuhan Keperawatan An. F Usia (7 Tahun) dengan Edukasi Perawatan Mulut dan Gigi pada Diagnosa Keperawatan Defisit Pengetahuan di SD Inpres 10 Talise Kec. Tawaeli: Nursing Care for the Child. F Age (7 Years) With Oral and Dental Care Education on Knowledge Deficit Nursing Diagnosis at SD Inpres 10 Talise, Tawaeli District Finda Damayanti; Nur Febrianti; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6338

Abstract

Anak merupakan bentuk investasi, harapan, dan penerus bangsa dimasa mendatang. Anak sebagai generasi penerus akan menentukan keberlangsungan secara cermin sikap hidup suatu bangsa dimasa depan. Tujuan penelitian adalah untuk menerapkan asuhan keperawatan An. F usia (7 tahun) dengan edukasi perawatan mulut dan gigi pada diagnosa keperawatan defisit pengetahuan di SD Inpres 10 Talise Kec. Tawaeli. Studi kasus terapan muncul sebagai varian dari studi kasus deskriptif. Metodologi khusus ini berfungsi untuk menjelaskan fenomena tertentu melalui penelitian yang cermat, menggunakan teori deskriptif sebagai lensa untuk mengartikulasikan temuan dengan cara yang cerdik secara teknis. Pada hari pertama sebelum dilakukan edukasi perawatan mulut dan gigi klien mengatakan tidak mengetahuai tentang kebersihan mulut dan gigi, tidak mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi dalam sehari dan tidak mengetahui frekuensi minimal menyikat gigi berapa kali/hari, hari kedua klien mengatakan sudah mengetahui tentang kebersihan mulut dan gigi, mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi dalam sehari dan mengetahui frekuensi minimal menyikat gigi berapa kali/hari, hari ketiga klien mengatakan sudah mengetahui tentang kebersihan mulut dan gigi, mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi dalam sehari dan mengetahui frekuensi minimal menyikat gigi berapa kali/hari. Setelah dilakukan implementasi pada anak An. F, implementasi hari pertama, kedua dan ketiga maka An. F dan keluarga dapat memahami perawatan mulut dan gigi dan dapat diterapkan oleh kekeluarga lain.
Implementasi Clay Therapy Pada Masalah Ansietas Anak Prasekolah Dengan Hospitalisasi Di Ruangan Catelia Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Clay Therapy In Children's Anxiety Problems Preschool With Hospitality In The Catelia Room Undata Hospital, Central Sulawesi Province Yuliana; Nur Febrianti; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i11.7075

Abstract

Hospitalisasi merupakan salah satu penyebab kecemasan. Kecemasan pada anak merupakan hal yang harus segera diatasi, karena sangat menganggu pertumbuhan dan perkembangan. Clay therapy salah satu intervensi yang memberikan rasa nyaman pada anak, dengan membentuk akan membantu anak mengekspresikan kecemasan, sebagai proses distraksi dalam mengalihkan perhatian anak dari cemas yang dirasakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan Clay Therapy untuk mengatasi masalah ansietas anak Prasekolah dengan Hospitalisasi di Ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Desain studi kasus yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Studi kasus deskriptif adalah jenis studi yang memberikan deskripsi suatu kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian dengan menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Hasil yang didapatkan pada hari-1 sesudah dilakukan clay therapy klien mengungkap perasaannya bahwa dia senang setelah melakukan permainan clay, pada hari-2 anak susah diajak bermain namun setelah 30 menit klien mau bermain clay dengan tenang lalu mengungkapkan perasaannya bahwa dia sangat senang selama melakukan permainan clay. Selama bermain clay anak bisa membuat dan membentuk gambar dengan karyanya sendiri. Clay Therapy dilakukan 10-20 menit selama 2 kali pertemuan. Setelah dilakukan implementasi selama 2 kali pertemuan bahwa clay therapy dapat menurunkan kecemasan pada anak prasekolah yang mengalami hospitalisasi.
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Ny.K Yang Menderita Penyakit TB Paru Dengan Masalah Keperawatan Ketidakpatuhan Minum Obat di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu : Family Nursing Care For Ny.K Suffering From Pulmonary Tb With Nursing Problems Non-Compliance With Medication In The Working Area Of The Kamonji Health Center, Palu City Nadia Vista; Rosita; Nur Febrianti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.8771

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru- paru dan hampir seluruh organ tubuh lainnya. Penyebabnya adalah mycobacterium tuberculosis yang masuk melalui saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan luka terbuka pada kulit. Gejala utama pasien TB paru adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan asuhan keperawatan keluarga pada pasien TB paru dengan masalah keperawatan ketidakpatuhan minum obat di wilayah kerja puskesmas kamonji kota palu. Metode Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif yang membahas kasus tertentu ,dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian dengan mengunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Implementasi Keperawatan yang dilakukan pada klien yaitu Edukasi Proses Penyakit Tuberkulosis Paru pada keluarga Tn.A dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 08 sampai 10 Agustus 2024 dengan melibatkan anggota keluarga dengan fokus kegiatan yaitu memberikan edukasi tentang bahaya akan terhadap ketidakpatuhan minum obat dan memberikan pemahaman pada klien mengenai penyakit Tuberkulosis paru.Berdasarkan hasil penelitian implementasi yang di lakukan menunjukan ada hubungan yang signinifikasi antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis Paru dan juga menunjukan hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien TB.
Implementasi Pemberian Posisi Semi Fowler Pada Pasien Tuberkulosis (TB) Dengan Masalah Keperawatan Pola Nafas Tidak Efektif Di Ruangan Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Semi-Fowler Positioning In Tuberculosis (TB) Patients With Ineffective Breathing Pattern Nursing Problems In Dahlia Room At The Regional General Hospital Of Undata, Central Sulawesi Province Andre Al-Fauzih. P; Nur Febrianti; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8865

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan seperti batuk kronis, sesak napas, dan gangguan pola napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pemberian posisi semi fowler pada pasien tuberkulosis dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek pasien Tn. R, yang menunjukkan gejala sesak napas dan pola napas tidak normal. Intervensi keperawatan dilakukan selama tiga hari berturut-turut, meliputi pemantauan pola napas, pemberian posisi semi fowler, pengelolaan sputum, pemberian oksigen jika diperlukan, serta edukasi teknik batuk efektif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan pada pola napas pasien, ditandai dengan penurunan sesak dan perbaikan frekuensi serta kedalaman napas. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa pemberian posisi semi fowler merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan pola napas pada pasien TB dengan gangguan pernapasan. Penelitian ini juga memberikan saran bagi institusi pendidikan dan rumah sakit untuk mempertimbangkan penggunaan posisi semi fowler sebagai bagian dari intervensi keperawatan pada pasien dengan gangguan pola napas.