Mhd Aidil Anwar
Program Studi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK LIMBAH RUMAH MAKAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOGAS Mhd Aidil Anwar; Muhammad Muhammad; Zainuddin Ginting; Rozanna Dewi; Zulnazri Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.17298

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa untuk menghasilkan energi memiliki potensi yang sangat besar. Perlakuan ini dapat mengurangi permasalahan pengelolaan sampah, polusi, emisi gas rumah kaca, pemanasan global dan penggunaan bahan bakar fosil. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari fermentasi bahan organik oleh bakteri anaerob. Proses pembuatan biogas melibatkan dekomposisi bahan organik secara0anaerobik, di mana mikroorganisme, terutama bakteri penghasil metana, memainkan peran penting dalam menghasilkan energi0alternatif. Proses produksi biogas diawali dengan reaksi hidrolisis, asidogenesis, asetogenesis, dan metanogenesis. Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini dengan memanfaatkan limbah rumah makan (RM) dan kotoran sapi (KS) dengan perbandingan 60:40, 70:30, 50:50, 40:60, dan 30:70 dengan dilakukan uji kadar metana dan uji nyala api. Proses produksi biogas yang dihasilkan berada pada pH kisaran 7,4 - 7,7 . Seluruh pH pada proses produksi biogas ini cenderung mendekati netral. Suhu berada dalam kisaran 30oC - 35oC. Suhu tersebut merupakan suhu yang sesuai dengan negara indonesia yang beriklim tropis. Uji kadar metana tertinggi sebesar 41,61% dengan perbandingan sampah dengan kotoran sapi yaitu 60:40 Sedangkan kadar metana terendah terjadi pada minggu ketiga sebesar 38,84% dengan perbandingan sampah dengan kotoran sapi yaitu 70:30. Uji nyala api yang dihasilkan berwarna merah kekuningan yang menandakan gas yang dihasilkan masih mengandung gas pengotor lainnya (H2, CO2 dan N2).