Jagung dengan nama ilmia yaitu Zea Mays L , selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak, diambil minyaknya (dari biji), dibuat menjadi tepung, dan dijadikan sebagai bahan baku industri. Minyak jagung merupakan trigliserida yang disusun oleh gliserol dan asam-asam lemak. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan minyak jagung dari biji jagung. Mempelajari pengaruh waktu dan suhu untuk mengestraksi bahan baku jagung dengan pelarut t n-heksana dan memancarkan laju perpindahan massa minyak jagung dari biji jagung. Tahap pertama yang dilakukan pada ekstraksi minyak jagung dengan pelarut n-heksana pada variasi suhu (50 0 C, 55 0 C, 60 0 C) dan waktu (60 menit, 90 menit, 120 menit). Tahap kedua sampel dilakukan uji pada yaitu uji nilai densitas, viskositas dan menentukan nilai difusivitas juga mengalirkan laju perpindahan massa pada minyak jagung. Dari hasil penelitian diperoleh nilai difusivitas tertinggi adalah 0,7 m 2 /s pada suhu 60 0 C dengan waktu 120 menit, nilai viskositas tertinggi adalah 35,14 mm 2 /s pada suhu 60 0 C dengan waktu 120 menit, nilai densitas tertinggi adalah 0,98 ml/gr pada suhu 50 0 C dengan waktu 60 menit. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa suhu dan waktu berpengaruh terhadap nilai difusivitas, viskositas, densitas, dan nilai perpindahan massa. Pada suhu yang tinggi dapat meningkatkan nilai koefisien koefisien evolusi massanya dan pada waktu ekstraksi yang lama juga mengakibatkan nilai koefisien koefisien evolusi massanya berkurang ataupun tidak signifikan. Perpindahan massa yang terjadi pada minyak jagung diperoleh berdasarkan kurva hubungan antara ˆ’ln ((ð¶ ð´ð‘ ˆ’ð¶ ð´ð‘™ ) / (ð¶ ð´ð‘ ˆ’ð¶ ð´ð‘™ 0 )) versus waktu dan suhu. Penelitian ini telah melaporkan bahwa yang membedakan dari hasil penelitian sebelumnya adalah perbedaan dalam menentukan variabel, bahan baku, dan hal yang mempengaruhi untuk memperoleh nilai koefisien perubahan massa (K LJ ). Penelitian sebelumnya lebih banyak cinderung mendapatkan nilai koefisien perpindahan massanya (K LJ ) dengan melakukan perbandingan antara pelarutan, kecepatan pengaduk, massa bahan baku, ukuran partikel bahan baku dan volume pelarut, sedangkan pada penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan suhu dan waktu untuk melihat pengaruh terhadap nilai koefisien perpindahan massa (K LJ ).