Caregiver pasien dengan gangguan jiwa memiliki peran penting dalam proses perawatan, namun sering kali menghadapi beban psikologis berupa stres, kecemasan, dan kelelahan akibat tuntutan merawat anggota keluarga. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas hidup caregiver serta keberlangsungan perawatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program psikoedukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan caregiver burden pada caregiver pasien gangguan jiwa di Poli Jiwa RSUD Kabupaten X. Penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan pendekatan kuantitatif. Partisipan merupakan caregiver utama pasien gangguan jiwa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan Zarit Burden Interview (ZBI) sebelum dan sesudah intervensi. Program intervensi berupa psikoedukasi yang mencakup pemahaman mengenai caregiver, pengenalan caregiver burden, strategi manajemen stres, pemanfaatan dukungan sosial, serta latihan relaksasi napas dalam (Benson Relaxation). Data dianalisis menggunakan uji statistik sesuai distribusi data untuk membandingkan skor pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor caregiver burden setelah mengikuti program psikoedukasi, disertai peningkatan pemahaman caregiver mengenai perawatan pasien dan strategi menjaga kesehatan psikologis diri. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kapasitas caregiver dalam menghadapi tuntutan pengasuhan pasien gangguan jiwa. Program ini direkomendasikan sebagai bagian dari layanan pendampingan caregiver di fasilitas kesehatan jiwa guna mendukung keberhasilan terapi pasien dan meningkatkan kesejahteraan caregiver.