Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Imunisasi Berdasarkan Umur Bayi Di Puskesmas Sipatana Kota Gorontalo: Factors that influence the completeness of immunization based on the age of the baby at the Sipatana Health Center, Gorontalo City Wilyun Tahala; Sylva Flora Ninta Tarigan; Moh Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.7742

Abstract

Imunisasi atau vaksinasi merupakan proses dimana seseorang dibuat kebal atau resisten terhadap penyakit menular khususnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi berdasarkan umur bayi di Puskesmas Sipatana. Metode penelitian ini adalah penelitian metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 0-12 bulan yang tercatat berdasarkan data sekunder Puskesmas Sipatana Kota Gorontalo yaitu sebanyak 96 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Chi- Square. Hasil penelitian untuk variabel pekerjaan ibu dalam kategori bekerja sebanyak 21 responden (21,9%), variabel pendidikan ibu dalam kategori rendah sebanyak 29 responden (30,2%), variabel jarak tempuh dalam kategori jauh sebanyak 65 responden (67,7%), variabel dukungan keluarga dalam kategori tidak mendukung sebanyak 40 responden (41,7%), variabel jumlah anak dalam kategori banyak sebanyak 50 responden (52,1%), dan variabel kelengkapan imunisasi dalam kategori tidak lengkap sebanyak 49 responden (51,0%). Simpulan penelitian berdasarkan perhitungan menggunakan uji statistik Chi- Square bahwa ada hubungan antara pekerjaan ibu, pendidikan ibu, jarak tempuh, dukungan keluarga, dan jumlah anak dengan kelengkapan imunisasi Dasar pada Bayi Di Puskesmas Sipatana Kota Gorontalo. Saran untuk ibu yang memiliki bayi, agar lebih semangat untuk membawa anaknya ke posyandu untuk melakukan imunisasi dasar lengkap.
Efektivitas Pengolahan Air Sederhana Berbasis Karbon Aktif Tempurung Kelapa Dan Kapur Terhadap Kualitas Air Di Muara Sungai Bone: Effectiveness of a Simple Water Treatment System Based on Activated Carbon from Coconut Shells and Lime on Water Quality in the Bone River Estuary Septian Robot; Laksmyn Kadir; Moh. Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8596

Abstract

Pengolahan air sebagai operasi teknis yang dilakukan terhadap air baku agar menjadi air bersih yang memenuhi persyaratan kualitas sebagai air bersih atau air minum dengan menggabungkan beberapa proses pengolahan. Kualitas air sungai rentan mengalami pencemaran lingkungan. Pencemaran sungai dapat terdiri atas parameter fisik, kimia, dan biologi. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas antara karbon aktif tempurung kelapa dengan kapur berdasarkan kualitas air pada pengolahan air menggunakan media sederhana. Desain penelitian ini juga menggunakan rancangan eksperimen (Pre experimental Design) dengan rancarangan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dari penelitian ini yaitu air Sungai Bone sebanyak 45 liter (digunakan saat proses penyaringan). Setelah proses penyaringan lalu diambil sebanyak 500ml dari proses penyaringan untuk kemudian di uji parameter fisik, kimia dan biologi. Data analisis menggunakan uji Paired Sample T Test dan uji Wilcoxon dengan tingkat kesalahan (?) sebesar 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar awal air sungai parameter fisik suhu 28oC, warna 231 TCU, bau (berbau), TDS 3040 mg/L dan TSS 380,5 mg/L, parameter kimia 7,17, dan parameter biologi 200.5. Media paling efektif dalam menurunkan parameter fisik adalah karbon aktif lebih efektif daripada kapur, pada parameter kimia adalah karbon aktif dan kapur, dan pada parameter biologi adalah kapur. Disarankan penggunaan variasi ketebalan media dll, masyarakat dapat menerapkan sistem penyaringan air dan instansi terkait dapat memberikan penyuluhan pengolahan air bersih.
The Effectiveness of Silica and Activated Carbon Sand Filters in Reducing BOD, COD, and TSS Levels of Liquid Waste at Boalemo Regency Farmers and Fishermen Hospital Putri Prisilya Bau; Herlina Jusuf; Moh. Rivai Nakoe
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i3.8314

Abstract

Hospital liquid waste is waste from medical activities in the form of liquids containing organic compounds, toxic chemicals, and pathogenic microorganisms that are harmful to health and the environment. The BOD, COD, and TSS parameters can be used to measure the content of organic and inorganic matter in hospital liquid waste. This study aims to determine the effectiveness of silica sand and activated carbon filters in reducing the levels of BOD, COD, and TSS of liquid waste at the Boalemo Regency Farmers and Fishermen Hospital. The type of research is Quasi Experiment with a Pre Test-Post Test Group design. The sampling technique is Grab Sample. Wastewater samples were taken from a single reservoir (inlet) and analyzed before and after silica sand and activated carbon filtration. The data analysis technique uses the Paired Sample T Test. The results showed that the BOD and COD levels of hospital liquid waste before and after filtration using silica sand and activated carbon with three filters were obtained as a result of a reduction in BOD levels of 94 mg/L (75.32%) and COD of 95 mg/L (78.21%). Meanwhile, TSS levels increased by 312.1 mg/L caused by saturation of filtration media. This media has been shown to be effective in reducing BOD levels with p-value = 0.000 and COD with p-value = 0.000. However, there was no difference in TSS levels before and after the filtration of silica sand and activated carbon with p-value = 0.109. The Boalemo Regency Farmers and Fishermen Hospital is advised to monitor liquid waste and to further researchers to modify silica sand and activated carbon filtration media with other media to increase its effectiveness.