Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Literatur: Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia: Literature Study: The Relationship Between Physical Activity and Hypertension in the Elderly Kadek Delvia Riska Pratiwi; Made Kurnia Widiastuti Giri; Ketut Indra Purnomo
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9634

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Kondisi ini sering dijuluki silent killer atau "pembunuh diam-diam" karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila tekanan darah sistoliknya ? 130 mmHg dan/atau tekanan darah diastoliknya ? 80 mmHg pada pemeriksaan berulang. Prevalensi hipertensi pada lansia sangat besar, mencapai sekitar 60% hingga 80% pada individu berusia di atas 65 tahun. Salah satu faktor risiko yang dapat dikendalikan dan memengaruhi hipertensi pada lansia adalah kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang cukup dapat menguatkan jantung, meningkatkan elastisitas pembuluh darah, dan menurunkan risiko terjadinya hipertensi pada lansia. Analisis literatur diperlukan untuk mengkaji berbagai temuan studi mengenai hubungan ini. Menganalisis dan mengkaji hubungan antara aktivitas fisik dengan hipertensi pada lansia melalui tinjauan literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review. Proses penelusuran artikel dilakukan melalui basis data elektronik seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci seperti "hipertensi", "aktivitas fisik", "lansia", "tekanan darah", "physical activity", "blood pressure", "elderly". Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah literatur yang membahas hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada lansia, memiliki desain yang relevan, dan diterbitkan dalam rentang 10 tahun terakhir. Kemudian, data dari literatur terpilih dianalisis dengan membandingkan masing-masing temuan. Tinjauan terhadap 10 dari 12 penelitian yang relevan menunjukkan bahwa mayoritas penelitian melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia. Aktivitas fisik yang rendah cenderung berkaitan dengan peningkatan risiko terjadinya hipertensi. Meskipun beberapa penelitian tidak menemukan hubungan yang berarti, mayoritas data memperlihatkan pola yang konsisten bahwa aktivitas fisik berperan dalam menurunkan risiko hipertensi. Aktivitas fisik memegang peranan penting dalam menjaga fungsi fisik dan dapat menurunkan risiko hipertensi pada lansia. Peningkatan aktivitas fisik dapat membantu menjaga fungsi kardiovaskular, meningkatkan elastisitas pembuluh darah, dan mengurangi kecenderungan terjadinya hipertensi. Secara umum, literatur menunjukkan bahwa aktivitas fisik merupakan faktor yang efektif dan dapat dimodifikasi dalam pencegahan hipertensi pada lansia.
Studi Literatur: Hubungan Stres Psikologis dengan Munculnya dan Eksaserbasi dari Dermatitis Seboroik dan Psoriasis: Literature Study: The Relationship Between Psychological Stress and the Onset and Exacerbation of Seborrheic Dermatitis and Psoriasis Aurelia Zeva Koespradhanty; Made Kurnia Widiastuti Giri; Oka Udrayana
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9637

Abstract

Dermatitis seboroik dan psoriasis adalah penyakit inflamasi kulit eritropapuloskuamosa yang berbeda, tetapi sering sulit dibedakan. Meskipun merupakan dua kondisi yang berbeda, keduanya dapat dipicu oleh adanya stres psikologis. Dermatitis seboroik dicirikan dengan skuama kuning berminyak di area kaya kelenjar sebasea dan terkait dengan jamur Malassezia, sementara psoriasis adalah penyakit autoimun dengan plak eritema dan skuama tebal putih. Stres psikologis memengaruhi kulit melalui sumbu HPA dan sel-sel imun, memicu pelepasan hormon dan sitokin pro-inflamasi yang dapat memicu dan memperburuk gejala dermatitis seboroik dan psoriasis. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah terkait hubungan stres psikologis dengan dermatitis seboroik dan psoriasis. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode studi literatur. Penulisan artikel dimulai dari menentukan topik yang akan diangkat, menentukan kata kunci penelusuran, kemudian melakukan penelusuran pada database dengan menggunakan kata kunci yang telah ditentukan untuk menemukan literatur yang sesuai. 5 penelitian menemukan bahwa stres psikologis dan kondisi mental berpengaruh signifikan terhadap dermatitis seboroik, 2 penelitian menemukan bahwa tidak berpengaruh signifikan. Beberapa penelitian memperoleh hasil yang sesuai dengan teori bahwa stres dapat berpengaruh pada dermatitis seboroik dan psoriasis, tetapi masih diperlukan adanya riset lebih lanjut.