Dermatitis seboroik dan psoriasis adalah penyakit inflamasi kulit eritropapuloskuamosa yang berbeda, tetapi sering sulit dibedakan. Meskipun merupakan dua kondisi yang berbeda, keduanya dapat dipicu oleh adanya stres psikologis. Dermatitis seboroik dicirikan dengan skuama kuning berminyak di area kaya kelenjar sebasea dan terkait dengan jamur Malassezia, sementara psoriasis adalah penyakit autoimun dengan plak eritema dan skuama tebal putih. Stres psikologis memengaruhi kulit melalui sumbu HPA dan sel-sel imun, memicu pelepasan hormon dan sitokin pro-inflamasi yang dapat memicu dan memperburuk gejala dermatitis seboroik dan psoriasis. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah terkait hubungan stres psikologis dengan dermatitis seboroik dan psoriasis. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode studi literatur. Penulisan artikel dimulai dari menentukan topik yang akan diangkat, menentukan kata kunci penelusuran, kemudian melakukan penelusuran pada database dengan menggunakan kata kunci yang telah ditentukan untuk menemukan literatur yang sesuai. 5 penelitian menemukan bahwa stres psikologis dan kondisi mental berpengaruh signifikan terhadap dermatitis seboroik, 2 penelitian menemukan bahwa tidak berpengaruh signifikan. Beberapa penelitian memperoleh hasil yang sesuai dengan teori bahwa stres dapat berpengaruh pada dermatitis seboroik dan psoriasis, tetapi masih diperlukan adanya riset lebih lanjut.
Copyrights © 2025