Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Identitas Digital dan Kehidupan Nyata terhadap Pembentukan Opini Publik (Studi Kasus pada Media Sosial Komunitas Putri Hijabfluencer Lampung) Della Natalia; Wawan Hernawan; Hanindyalaila Pienrasmi
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.529

Abstract

ABSTRAK  Pertumbuhan pesat media sosial telah mengubah cara individu berinteraksi dan bertukar informasi, yang pada gilirannya memengaruhi proses pembentukan opini publik. Dalam lingkungan digital ini, influencer telah muncul sebagai figur penting yang mampu membentuk persepsi audiens melalui konten yang mereka bagikan. Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh identitas digital dan identitas kehidupan nyata terhadap pembentukan opini publik berdasarkan persepsi audiens terhadap akun media sosial komunitas Putri HijabFluencer Lampung. Identitas digital mengacu pada cara influencer menampilkan diri, berkomunikasi dengan audiens mereka, dan membangun citra mereka melalui platform media sosial. Sementara itu, identitas kehidupan nyata mengacu pada konsistensi antara citra yang ditampilkan secara online dan perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 398 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling (PRS). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan opini publik. Identitas kehidupan nyata juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan opini publik. Secara simultan, identitas digital dan identitas kehidupan nyata ditemukan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan opini publik. Nilai koefisien determinasi (R Kuadrat) sebesar 0,642 menunjukkan bahwa 64,2% variasi dalam pembentukan opini publik dapat dijelaskan oleh identitas digital dan identitas kehidupan nyata, sedangkan sisanya 35,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar cakupan penelitian ini. Selain itu, identitas digital ditemukan memiliki pengaruh yang lebih dominan daripada identitas kehidupan nyata dalam membentuk opini publik di kalangan pengikut komunitas Putri HijabFluencer Lampung. ABSTRACT  The rapid growth of social media has transformed the way individuals interact and exchange information, which in turn influences the process of public opinion formation. In this digital environment, influencers have emerged as important figures capable of shaping audience perceptions through the content they share. This study aimed to examine the influence of digital identity and real-life identity on public opinion formation based on audience perceptions of the social media accounts of the Putri HijabFluencer Lampung community. Digital identity refers to the way influencers present themselves, communicate with their audiences, and construct their image through social media platforms. Meanwhile, real-life identity refers to the consistency between the image displayed online and the behavior demonstrated in everyday life. This study employed a quantitative approach involving 398 respondents selected using the Proportionate Stratified Random Sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis. The results showed that digital identity had a positive and significant effect on public opinion formation. Real-life identity also had a positive and significant effect on public opinion formation. Simultaneously, digital identity and real-life identity were found to have a positive and significant effect on public opinion formation. The coefficient of determination (R Square) value of 0.642 indicated that 64.2% of the variation in public opinion formation could be explained by digital identity and real-life identity, while the remaining 35.8% was influenced by other factors outside the scope of this study. In addition, digital identity was found to have a more dominant influence than real-life identity in shaping public opinion among followers of the Putri HijabFluencer Lampung community.