Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keteladanan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Siswa SMA Muhammadiyah 5 Palembang Arpatmawati; Rulitawati
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 2 No. 2 (2026): Al-Munawwir: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v2i2.1309

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan untuk menggali peran keteladanan guru dalam membimbing dan membentuk karakter religius siswa secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius siswa dilakukan melalui pembiasaan ibadah harian seperti sholat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kultum, dan hafalan Juz Amma. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan sebagai pembimbing dan teladan dalam kegiatan tersebut dengan memberikan arahan, motivasi, serta contoh langsung dalam menerapkan nilai-nilai Islam. Faktor pendukung dalam pembentukan karakter religius meliputi lingkungan sekolah yang mendukung serta kebijakan yang memperkuat nilai-nilai keislaman. Namun, terdapat beberapa kendala seperti kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan secara konsisten dan pengaruh lingkungan luar sekolah yang kurang mendukung. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keteladanan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk karakter religius siswa. Evaluasi dilakukan melalui observasi perilaku siswa, keterlibatan dalam kegiatan keagamaan, serta umpan balik dari guru dan siswa. Untuk mengoptimalkan pembentukan karakter religius, disarankan adanya peningkatan program pelatihan bagi guru, evaluasi berkala terhadap efektivitas kegiatan keagamaan, serta kerja sama lebih erat antara sekolah dan orang tua dalam mendukung praktik keagamaan siswa di luar lingkungan sekolah.