Latar Belakang: Penggunaan pestisida dalam kegiatan pertanian berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila tidak disertai dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai. Rendahnya pengetahuan petani mengenai bahaya pestisida dan pentingnya penggunaan APD masih menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko paparan pestisida, khususnya pada masyarakat petani di wilayah pesisir. Tujuan: Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani mengenai penggunaan APD sebagai upaya pencegahan dampak paparan pestisida di wilayah pesisir Desa Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2023 dengan pendekatan pendidikan kesehatan menggunakan desain pretest–posttest terhadap 30 petani. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan APD, dan praktik langsung. Tingkat pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan nilai rata-rata dan kategori pengetahuan. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 61,8 pada pretest menjadi 86,7 pada posttest. Persentase peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 20,0% menjadi 80,0%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 43,3% menjadi 0%. Selain itu, sebanyak 86,7% peserta mampu mempraktikkan penggunaan APD secara lengkap sesuai prosedur keselamatan kerja setelah mengikuti demonstrasi. Simpulan: Penyuluhan kesehatan yang dipadukan dengan demonstrasi penggunaan APD efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan APD sebagai upaya pencegahan dampak paparan pestisida. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas, dan penyuluh pertanian untuk membangun budaya keselamatan kerja di sektor pertanian.