Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Lingkungan Sehat melalui Pengelolaan Sanitasi di wilayah pesisir: The Community Empowerment in Creating a Healthy Environment through Sanitation Management in Coastal Areas Iswandi Fataruba; Luthfy Latuconsina; Suryanti Tukiman; Sunik Cahyawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i11.10912

Abstract

Wilayah pesisir merupakan zona transisi antara ekosistem darat dan laut yang secara ekologis bersifat dinamis dan kompleks. Interaksi yang berlangsung dalam wilayah ini melibatkan proses fisik dan biologis dari kedua ekosistem, seperti sedimentasi, aliran air tawar, pasang surut, dan perembesan air asin. Kegiatan utama untuk mewujudkan kualitas lingkungan sehat di daerah pesisir melalui kegiatan teknis penyehatan lingkungan, pengamanan dan pengendalian pada media air, udara, dan tanah. Aktivitas masyarakat sehari-hari yang menghasilkan limbah domestik, ditambah dengan rendahnya kesadaran dalam menjaga sanitasi lingkungan, menyebabkan masih banyak permasalahan kesehatan lingkungan yang perlu ditangani. Oleh karena itu, maka perlu adanya kesadaran masyarakat tentang bahaya dan dampak dari sanitasi buruk dan infeksi penyakit menular karena sangat berbahaya bagi kesehatan manusia maupun lingkungan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sanitasi lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 September 2023, adapun metode pelaksanaan menggunakan ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, simulasi, serta praktik lapangan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang cara pengelolaan sampah dan limbah domestic yang dihasilkan oleh masyarakat setempat
Peningkatan Pengetahuan Petani tentang Penggunaan APD untuk Pencegahan Dampak Pestisida Wilayah Pesisir Desa Waimital: Improving Farmers' Knowledge of Personal Protective Equipment (PPE) Use for Preventing Pesticide Exposure in the Coastal Area of Waimital Village Ilyas Ibrahim; Sahrir Sillehu; Iswandi Fataruba; Sunik Cahyawati; Lutfi Latukonsina
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i5.11084

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan pestisida dalam kegiatan pertanian berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila tidak disertai dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai. Rendahnya pengetahuan petani mengenai bahaya pestisida dan pentingnya penggunaan APD masih menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko paparan pestisida, khususnya pada masyarakat petani di wilayah pesisir. Tujuan: Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani mengenai penggunaan APD sebagai upaya pencegahan dampak paparan pestisida di wilayah pesisir Desa Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2023 dengan pendekatan pendidikan kesehatan menggunakan desain pretest–posttest terhadap 30 petani. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan APD, dan praktik langsung. Tingkat pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan nilai rata-rata dan kategori pengetahuan. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 61,8 pada pretest menjadi 86,7 pada posttest. Persentase peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 20,0% menjadi 80,0%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 43,3% menjadi 0%. Selain itu, sebanyak 86,7% peserta mampu mempraktikkan penggunaan APD secara lengkap sesuai prosedur keselamatan kerja setelah mengikuti demonstrasi. Simpulan: Penyuluhan kesehatan yang dipadukan dengan demonstrasi penggunaan APD efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan APD sebagai upaya pencegahan dampak paparan pestisida. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas, dan penyuluh pertanian untuk membangun budaya keselamatan kerja di sektor pertanian.
Pemberdayaan Kader dalam Mendukung Upaya Pengendalian Malaria di Desa Tenga-Tenga Wilayah Pesisir: Empowering Cadres to Support Malaria Control Efforts in Coastal Villages Sahrir Sillehu; Suryanti Tukiman; Maryam Lihi; Ilyas Ibrahim; Iswandi Fataruba; Mariene Wiwin Dolang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.11091

Abstract

Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di wilayah pesisir Indonesia akibat kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles serta rendahnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Pemberdayaan kader kesehatan merupakan salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengendalian malaria. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran kader kesehatan dalam mendukung pengendalian malaria berbasis masyarakat di Desa Tenga-Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan Community Empowerment melalui pelatihan, penyuluhan, demonstrasi, simulasi, pendampingan lapangan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 20 kader kesehatan yang memperoleh materi mengenai penyebab, penularan, gejala, pencegahan malaria, penggunaan kelambu berinsektisida, pengendalian lingkungan, serta teknik komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Adapun kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2023. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan kader dari 59,2% pada pre-test menjadi 95,8% pada post-test. Selain itu, kader menunjukkan peningkatan keterampilan dalam melaksanakan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Tingkat partisipasi kader selama kegiatan mencapai 100%, sedangkan partisipasi masyarakat dalam penyuluhan melebihi 90%. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara kader kesehatan, pemerintah desa, dan Puskesmas dalam pelaksanaan pengendalian malaria berbasis masyarakat. Pemberdayaan kader kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader serta mendorong partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung percepatan eliminasi malaria di wilayah pesisir dan kepulauan Indonesia.