This Author published in this journals
All Journal Chemistry Notes
Shelline Tyoko Djahamou
Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Metaboli Sekunder dan Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Bunga Jantan Lontar (Borassus Flabellifer L.) Shelline Tyoko Djahamou; Dodi Darmakusuma; Bibiana D. Tawa
Chemistry Notes Vol 8 No 1 (2026): Chem.Notes, 8 (1), 2026,
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v8i1.28289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas antibakteri sabun bunga jantan lontar (Borassus flabellifer L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi bunga jantan lontar dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% selama 4×24 jam dan diperoleh rendemen sebesar 8,04%. Ekstrak kemudian diformulasikan menjadi sabun padat menggunakan metode melt and pour dengan penambahan Virgin Coconut Oil (VCO). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa sabun bunga jantan lontar mengandung flavonoid, alkaloid, saponin (terdeteksi kuat), dan fenol (terdeteksi sedang), sedangkan terpenoid tidak terdeteksi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan variasi konsentrasi 10%, 5%, dan 1%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10% diperoleh zona hambat sebesar 11,25 mm (kategori kuat), konsentrasi 5% sebesar 9 mm (kategori sedang-kuat), dan konsentrasi 1% sebesar 7,25 mm (kategori sedang). Kontrol positif (amoxicillin) menghasilkan zona hambat sebesar 17,75 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sabun bunga jantan lontar (Borassus flabellifer L.) mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri dan menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus, terutama pada konsentrasi 10%.