p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Chemistry Notes
Dodi Darmakusuma
Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kandungan Protein pada Ampas Jagung (Zea Mays L.) dan Tepung Limbah Ikan Lele (Clarias Sp.) menggunakan Metode Kjeldahl Irene - Bhoki; Dodi Darmakusuma; Luther Kadang
Chemistry Notes Vol 8 No 1 (2026): Chem.Notes, 8 (1), 2026,
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v8i1.27115

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian dengan judul Analisis Kandungan Protein pada Ampas Jagung (zea mays L.) dan Tepung Limbah Ikan Lele (clarias Sp.) Menggunakan Metode Kjeldahl. Penelitian ini bertujuan untumenganalisis kandungan protein pada campuran ampas jagung dan tepung limbah ikan lele menggunakan metode Kjeldahl, membandingkan kualitas proteinnya dengan pellet komersial, serta menentukan formula terbaik sebagai pakan ternak babi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode Kjeldahl yang meliputi tahapan destruksi, destilasi, dan titrasi. Sampel terdiri dari 3 formula utama dengan 2 variasi pakan berbasis ampas jagung dan tepung limbah ikan lele (kepala dan tulang) dengan perbandingan komposisi 75:25, 70:30, dan 65:35 (% ), serta tiga jenis pellet komersial sebagai pembanding. Analisis dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein pada sampel berkisar antara 15,29% hingga 22,28%, dengan kecenderungan meningkat seiring bertambahnya proporsi tepung limbah ikan lele. 3. Formula yang memenuhi sebagai pakan ternak babi adalah formula A dan B yang menghasilkan kadar protein sebesar 15-20 %. Sedangkan, Formula C tidak memenuhi untuk pakan babi karena kadar protein yang dihasilkan lebih dari 20 %. Dibandingkan dengan pellet komersial, beberapa formula sampel menunjukkan kadar protein yang setara bahkan lebih tinggi. Dengan demikian, campuran ampas jagung dan tepung limbah ikan lele berpotensi digunakan sebagai alternatif bahan pakan ternak babi yang bernilai gizi, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Karakterisasiasam Amino dan Gugus Fungsi pada Tepung dan Ekstrak Belalang Dodi Darmakusuma; Yohanita D.P. Parada; Bibiana D. Tawa
Chemistry Notes Vol 8 No 1 (2026): Chem.Notes, 8 (1), 2026,
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v8i1.27133

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi asam amino dan gugus fungsi pada tepung dan ekstrak belalang dilakukan melalui analisis protein, asam amino, dan gugus fungsi. Tahapan penelitian meliputi pembuatan tepung dan ekstrak belalang, proses ekstraksi, analisis asam amino menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC), penentuan kadar protein menggunakan spektrofotometer UV-Vis, serta identifikasi gugus fungsi menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil analisis menunjukkan bahwa tepung belalang mengandung protein sebesar 12,6%, sedangkan ekstrak belalang mengandung protein sebesar 10,1%. Analisis HPLC mengidentifikasi keberadaan asam amino sistin sebagai salah satu komponen utama. Spektrum FTIR menunjukkan adanya serapan khas gugus O–H, N–H, dan C=O yang mengindikasikan keberadaan senyawa protein dan asam amino. Temuan ini memberikan gambaran mengenai komposisi kimia serta potensi biologis tepung dan ekstrak belalang sebagai sumber pangan dan pakan yang berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut.
Identifikasi Metaboli Sekunder dan Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Bunga Jantan Lontar (Borassus Flabellifer L.) Shelline Tyoko Djahamou; Dodi Darmakusuma; Bibiana D. Tawa
Chemistry Notes Vol 8 No 1 (2026): Chem.Notes, 8 (1), 2026,
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v8i1.28289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas antibakteri sabun bunga jantan lontar (Borassus flabellifer L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi bunga jantan lontar dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% selama 4×24 jam dan diperoleh rendemen sebesar 8,04%. Ekstrak kemudian diformulasikan menjadi sabun padat menggunakan metode melt and pour dengan penambahan Virgin Coconut Oil (VCO). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa sabun bunga jantan lontar mengandung flavonoid, alkaloid, saponin (terdeteksi kuat), dan fenol (terdeteksi sedang), sedangkan terpenoid tidak terdeteksi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan variasi konsentrasi 10%, 5%, dan 1%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10% diperoleh zona hambat sebesar 11,25 mm (kategori kuat), konsentrasi 5% sebesar 9 mm (kategori sedang-kuat), dan konsentrasi 1% sebesar 7,25 mm (kategori sedang). Kontrol positif (amoxicillin) menghasilkan zona hambat sebesar 17,75 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sabun bunga jantan lontar (Borassus flabellifer L.) mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri dan menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus, terutama pada konsentrasi 10%.