Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Guided Imagery terhadap Nyeri Pasien Gastritis di RS Siloam Sriwijaya Palembang: The Application of Guided Imagery for Pain Management in Gastritis Patients at Siloam Sriwijaya Hospital in Palembang Desi Natalia; Yofa Anggriani Utama; Ersita; Rinda Suciarti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11863

Abstract

Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung yang sering menimbulkan nyeri ulu hati, rasa tidak nyaman, mual, dan gangguan aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat menggunakan terapi nonfarmakologis seperti guided imagery, yaitu teknik relaksasi dengan membayangkan suasana yang menenangkan untuk membantu mengurangi persepsi nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan guided imagery terhadap penurunan nyeri pada pasien gastritis di RS Siloam Sriwijaya Palembang. Desain penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental one group pre-test – post-test design. Jumlah sampel sebanyak 32 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan usia 26–45 tahun (84,4%), laki-laki (53,1%), dan seluruhnya mengalami gastritis kronis lebih dari 3 bulan (100%). Tingkat nyeri pasien sebelum diberikan teknik guided imagery memiliki skor median 5,00 dengan rentang skor 4–5. Setelah intervensi, tingkat nyeri menurun dengan skor median menjadi 2,00 dan rentang skor 1–3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian teknik guided imagery terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien gastritis dengan nilai ρ = 0,000. Simpulan dari hasil penelitian didapatkan pengaruh pemberian teknik guided imagery terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien gastritis. Disarankan rumah sakit dapat membuat SOP pelaksanaan teknik guided imagery pada pasien gastritis maupun pasien dengan keluhan nyeri lainnya. ABSTRACT Gastritis is an inflammation of the gastric mucosa that often causes epigastric pain, discomfort, nausea, and disruption of daily activities. Pain management is carried out not only pharmacologically but also through non-pharmacological therapies such as guided imagery, a relaxation technique of imagining a calming atmosphere to help reduce pain perception and improve patient comfort. This study aimed to determine the effect of applying guided imagery on pain reduction in gastritis patients at Siloam Sriwijaya Hospital Palembang. This quantitative study used a pre-experimental one group pre-test – post-test design. The sample consisted of 32 respondents selected by purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Wilcoxon test. The results showed respondents aged 26–45 years (84.4%), male (53.1%), and all suffering from chronic gastritis of more than 3 months (100%). The median pain score before guided imagery was 5.00 with a range of 4–5. After the intervention, the median pain score decreased to 2.00 with a range of 1–3. The results showed a significant effect of guided imagery on pain reduction in gastritis patients with a value of ρ = 0.000. It is concluded that guided imagery affects pain reduction in gastritis patients. Hospitals are advised to develop a standard operating procedure for the guided imagery technique for gastritis patients and patients with other pain complaints.
Pengaruh Intradialytic Exercise Menggunakan Pedal Exercise terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di Ruang Hemodialisis RSUD OKU Timur Saendra Novaliana; Yofa Anggriani Utama; Ersita; Kardewi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11864

Abstract

Xkmk Chronic Kidney Disease (CKD) atau penyakit gagal ginjal kronik merupakan kondisi yang terjadi karena penurunan kemampuan ginjal dalam mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh. Pasien CKD yang menjalani hemodialisis berisiko tinggi mengalami penurunan kekuatan otot ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intradialytic exercise menggunakan pedal exercise terhadap kekuatan otot ekstremitas bawah pada pasien gagal ginjal kronis di ruang hemodialisis RSUD OKU Timur. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pre-Eksperimen dengan desain one group pre and post test design. Populasi berjumlah 96 pasien dan sampel sebanyak 30 responden yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah Manual Muscle Testing (MMT). Hasil penelitian menunjukkan nilai median kekuatan otot sebelum intervensi sebesar 2,5 (SD 0,509; min–maks 2–3) dan sesudah intervensi sebesar 4,0 (SD 0,681; min–maks 3–5). Uji Wilcoxon Signed Rank Test memperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai Z = -4,964, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan intradialytic exercise menggunakan pedal exercise terhadap kekuatan otot ekstremitas bawah. Disarankan mengintegrasikan program ini ke dalam standar operasional prosedur (SOP) ruang hemodialisis sebagai bagian dari asuhan keperawatan komprehensif. ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) is a condition that occurs due to a decrease in the kidneys' ability to maintain balance within the body. CKD patients undergoing hemodialysis are at high risk of experiencing decreased lower extremity muscle strength. This study aimed to determine the effect of intradialytic exercise using pedal exercise on lower extremity muscle strength in patients with chronic kidney failure in the hemodialysis unit of RSUD OKU Timur. This study was a quantitative pre-experimental study using a one group pre and post test design. The population was 96 patients and the sample consisted of 30 respondents selected using the Purposive Sampling technique. The instrument used was Manual Muscle Testing (MMT). The results showed a median muscle strength value before intervention of 2.5 (SD 0.509; min–max 2–3) and after intervention of 4.0 (SD 0.681; min–max 3–5). The Wilcoxon Signed Rank Test obtained a p-value = 0.000 (p < 0.05) with a Z value = -4.964, indicating a significant effect of intradialytic exercise using pedal exercise on lower extremity muscle strength. It is recommended to integrate this program into the standard operating procedures (SOP) of the hemodialysis unit as part of comprehensive nursing care.