Amin Adam Saputra
Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia 29111

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Struktur Komunitas Kepiting pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Desa Duara, Kabupaten Lingga Amin Adam Saputra; Susiana Susiana; Dedy Kurniawan
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.7646

Abstract

Perairan Desa Duara, Kabupaten Lingga, memiliki ekosistem padang lamun yang berperan sebagai habitat dan daerah penangkapan berbagai jenis kepiting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas kepiting, kondisi kerapatan lamun, serta keterkaitan antara kelimpahan kepiting dengan kerapatan lamun dan parameter perairan di Perairan Desa Duara, Kabupaten Lingga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2023, bertempat di Perairan Desa Duara, Kabupaten Lingga. Penentuan 30 titik pengamatan menggunakan metode random sampling. Pengamatan kepiting dilakukan menggunakan alat tangkap bubu sebanyak 4 kali pengulangan, sedangkan pengamatan lamun menggunakan kuadrat berukuran 50 x 50 cm. Hasil penelitian menemukan 6 jenis kepiting, yaitu Myomenippe hardwickii, Portunus pelagicus, Thalamita crenata, Gelasimus vocans, Scylla paramamosain, dan Scylla serrata. Komposisi jenis kepiting tertinggi didominasi oleh Myomenippe hardwickii (39,73%), sedangkan yang terendah adalah Scylla serrata (0,68%). Nilai indeks keanekaragaman (H’) kepiting sebesar 1,73, keseragaman (E) 0,77, dan dominansi (D) 0,30. Spesies lamun yang ditemukan meliputi Halophila ovalis, Thalassia hemprichii, dan Enhalus acoroides dengan kerapatan total sebesar 237 tegakan/m2 (kategori sangat rapat). Kerapatan tertinggi dicapai oleh Halophila ovalis (118 tegakan/m2) dan terendah Enhalus acoroides (42 tegakan/m2). Hasil analisis hubungan menunjukkan kelimpahan Portunus pelagicus memiliki keterkaitan erat dengan kerapatan lamun serta parameter perairan berupa kedalaman dan salinitas.