Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH 3R UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN LINGKUNGAN SISWA SEKOLAH DASAR Eka Rahmatiah Tuwu; La Gandri; Junartin Teke; Herlan Hidayat
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i2.10668

Abstract

Rendahnya pemahaman anak usia sekolah dasar mengenai pengelolaan sampah menjadi salah satu masalah yang melatarbelakangi kegiatan ini, di mana sampah masih sering dibuang secara tercampur tanpa pemilahan antara sampah organik, anorganik, dan sampah yang dapat didaur ulang, sementara edukasi mengenai konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) belum terintegrasi secara konsisten dalam kegiatan pembelajaran maupun budaya sekolah sehari-hari. Menjawab kondisi tersebut, SDN 100 Kendari menunjukkan komitmen kuat dalam pendidikan lingkungan hidup melalui edukasi pengelolaan sampah dengan konsep 3R, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep 3R melalui penyuluhan interaktif, membentuk kebiasaan memilah sampah dan membuang sampah pada tempatnya secara konsisten di lingkungan sekolah, serta menghasilkan produk kerajinan tangan dari barang bekas seperti botol plastik, kaleng, dan koran sebagai wujud konkret penerapan prinsip reuse dan recycle. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu sosialisasi interaktif mengenai konsep dan pentingnya 3R, praktik pemilahan sampah langsung oleh siswa menggunakan tempat sampah terpilah, serta workshop daur ulang yang membimbing siswa secara berkelompok mengubah barang bekas menjadi kerajinan tangan sederhana. Melalui rangkaian kegiatan edukasi 3R yang dilakukan secara interaktif tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mulai membangun sikap peduli terhadap lingkungan melalui praktik sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Daya Dukung Daerah Aliran Sungai berbasis Indokator Sosial-Ekonomi: Studi Kasus di DAS Tiworo, Pulau Muna La Gandri; La Ode Muhammad Erif; La Baco Sudia; Herlan Hidayat; Anita Indriasary; Al Rubayn Al Rubayn; Sjamsu Alam Lawelle; Uniadi Mangidi; Vivi Fitriani
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 20 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jik.v20i1.27934

Abstract

Watershed degradation in small islands is increasingly influenced by socio-economic pressures such as population growth, poverty, and weak governance. Therefore, this research aimed to assess the socio-economic carrying capacity of Tiworo Watershed on Muna Island. This research was conducted from March to June 2022 across Muna Regency and West Muna Regency. The analysis used three parameters in accordance with Ministerial Regulation No. P.61/Menhut-II/2014, namely population pressure, population welfare, as well as the existence and enforcement of rules. The researchers collected primary data through purposive sampling from local stakeholders and households, while secondary data originated from Badan Pusat Statistik (BPS) and local agencies. The results showed that the population pressure was 1.39 ha/household, indicating a moderate level. The population welfare level was categorized as poor (29.5% of households), with increasing dependence on forest resources and the potential for land conversion. Rule existence and enforcement were categorized as good because local communities still maintain local norms and practices, including spring protection and agroforestry. The overall socio-economic carrying capacity score was 105, placing the watershed in the moderate category. Strengthening welfare, land-use planning, and local wisdom-based management is necessary to support sustainable watershed governance.