Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Case Study Of The Application Of Oral Motor Exercise Therapy On The Sucking Reflex In Lbw Infants In The Perinatology Room Of Dr. Soekardjo Hospital, Tasikmalaya City Kusmana, Tatang; Hani Handayani; Sri Mulyanti; Nurwijayani, Nita
HealthCare Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v7i1.6155

Abstract

Low Birth Weight (LBW) babies are babies born weighing between 1500 and 2500 grams, and lack of sucking reflex is one of the health problems they may experience. Early oral stimulation, such as massaging the muscle tissue around the mouth, can help overcome weak sucking reflexes. To improve the sucking reflex of patients with LBW, this study aims to apply evidence-based oral motor exercises. This study uses a case study type and is descriptive. In three days, oral motor exercises were carried out every day for fifteen minutes. The results of the study on patient after being given oral motor exercises on the first and second days the patient was still given nutrition through OGT and on the day when client had been given milk through a bottle as much as 10 cc / 3 hours, but client finished the milk as much as 5-7 cc / 3 hours. It can be concluded that the focus data of the assessment results obtained that client was medically diagnosed with LBW, OGT was installed due to weak sucking and swallowing reflexes, Patient weight was 2200 g, then the author raised the main diagnosis of nutritional deficit and disorganized infant behavior which was given oral motoric exercise, and the results obtained that oral motor exercise can increase sucking reflexes in LBW infants. With this study, the suggestion for hospital service institutions is that oral motor exercises like this can be used as an alternative to increase sucking reflexes in LBW.
PENGABDIAN MASYAKARAT EDUKASI GIZI SEIMBANG DAN PENTINGNYA SARAPAN SEHAT DI POSYANDU RW 15 KAHURIPAN KOTA TASIKMALAYA Kusmana, Tatang; Gundara, Gugun
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.47473

Abstract

Latar Belakang: Posyandu RW 15 Kahuripan merupakan salah satu wilayah di Kota Tasikmalaya yang masih menghadapi tantangan rendahnya kesadaran anak dan remaja akan pentingnya gizi seimbang dan kebiasaan sarapan sehat. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi status kesehatan dan prestasi belajar anak, yang diperburuk oleh kebiasaan melewatkan sarapan atau konsumsi makanan kurang bergizi. Kontribusi: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak usia 10–16 tahun dan kader posyandu remaja melalui edukasi langsung mengenai gizi seimbang serta praktik pembagian sarapan sehat sebagai model penerapan. Metode: Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan gizi oleh dosen keperawatan secara tatap muka, evaluasi melalui pre-test dan post-test, serta praktik lapangan berupa pembagian menu sarapan sehat bergizi. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta dari 33% menjadi 86,25% setelah mengikuti edukasi dan praktik. Peserta juga menunjukkan antusiasme dalam berdiskusi dan menyusun menu sarapan sehat. Kesimpulan: Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi langsung disertai praktik sederhana efektif meningkatkan pemahaman dan motivasi remaja dalam membentuk kebiasaan sarapan sehat. Kegiatan ini dapat direplikasi sebagai program promotif di tingkat posyandu remaja dan sekolah.
PENERAPAN TERAPI BERMAIN PUZZLE PADA ANAK USIA PRA-SEKOLAH DENGAN MASALAH ANSIETAS Pebrian, Kaka Azi Fadhilah; Ramdhani, Anggi; Sabrina, Putri Nur; Nurhajijah, Wilfa Silmi; Maulana, Adit Rijki; Sugiartini, Nenti; Handayani, Hani; Setiawan, Asep; Mulyanti, Sri; Kusmana, Tatang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56515

Abstract

Anak merupakan individu yang berada pada tahap tumbuh kembang yang memiliki kebutuhan fisik, psikis, serta sosial yang tidak sama dengan orang dewasa. Anak saat dirawat di rumah sakit (hospitalisasi) mereka sering muncul perasaan takut dan cemas karena berada ditempat yang asing, menghadapi tindakan perawatan, serta perpisahan dengan teman sebaya sehingga memerlukan pendekatan keperawatan yang sesuai. Salah satu intervensi keperawatan non farmakologis yang dapat diberikan dan efektif untuk menurunkan ansietas pada anak adalah terapi bermain puzzle. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan yang menyeluruh serta menganalisis pengaruh dan penerapan evidence base practice terapi bermain puzzle terhadap penurunan ansietas pada anak prassekolah akibat hospitalisasi di Ruang Melati BLUD RSU Kota Banjar. penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan penerapan terapi bermain. Subjek penelitian terdiri dari dua pasien anak usia 4 tahun (An. R dan An. R) dengan diagnosis keperawatan ansietas. Intervensi terapi bermain puzzle diberikan selama 30 menit pada setiap pertemuan, dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Evaluasi menunjukkan adanya respons positif setelah diberikan terapi bermain puzzle. Pada pasien pertama, tingkat ansietas menurun dari skala 4 menjadi skala 2, sedangkan pada pasien kedua tingkat ansietas juga menurun dari skala 4 menjadi skala 2. Selain penurunan tingkat ansietas, anak tampak lebih tenang, nyaman, dan kooperatif selama proses perawatan. Simpulan: dari karya ilmiah ini menunjukkan bahwa terapi bermain puzzle memberikan pengaruh terhadap ansietas pada anak yang menjalani hospitalisasi. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan mandiri dan diterapkan secara berkelanjutan dalam pelayanan keperawatan anak di rumah sakit.