Pantai Padang merupakan salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Kota Padang yang tetap ramai dikunjungi meskipun kerap menjadi sorotan konten negatif di media sosial terkait isu kebersihan, kenyamanan, dan pengelolaan kawasan. Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana konten negatif tersebut memengaruhi niat wisatawan untuk berkunjung kembali, mengingat konten negatif secara teoretis diyakini memiliki bobot pengaruh yang lebih besar terhadap pengambilan keputusan dibandingkan konten positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konten negatif di media sosial terhadap niat berkunjung kembali wisatawan ke Pantai Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei terhadap 100 wisatawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria pernah berkunjung ke Pantai Padang minimal satu kali dan pernah melihat atau membaca konten negatif mengenai Pantai Padang di media sosial. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1–5 yang terdiri atas 10 item variabel konten negatif dan 5 item variabel niat berkunjung kembali, dinyatakan valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten negatif di media sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap niat berkunjung kembali wisatawan (t = -0,374; sig = 0,709; R² = 0,001). Mayoritas responden (83%) telah berkunjung lebih dari tiga kali, sehingga pengalaman langsung diduga lebih dominan membentuk niat berkunjung kembali dibandingkan informasi negatif di media sosial, sejalan dengan Tourist Perception Theory namun bertolak belakang dengan teori negativity bias yang menjadi salah satu landasan asumsi awal penelitian ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelola destinasi tetap perlu memperhatikan konten negatif sebagai bagian dari reputasi digital, mengingat konten tersebut berpotensi memengaruhi calon wisatawan yang belum memiliki pengalaman langsung, meskipun pengaruhnya terhadap wisatawan yang telah memiliki pengalaman langsung relatif terbatas.