Pendidikan inklusif di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan rendahnya sikap ilmiah peserta didik, seperti kurangnya toleransi, keterbukaan terhadap pendapat teman, dan kecenderungan membentuk kelompok berdasarkan kemampuan akademik. Selain itu, penilaian sikap ilmiah yang digunakan guru masih bersifat subjektif dan belum mengintegrasikan nilai kearifan lokal dalam pembentukan karakter inklusif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi validitas isi, menganalisis validitas butir, dan menginterpretasikan reliabilitas instrumen penilaian sikap ilmiah berlandaskan filosofi Tat Twam Asi (KITA) pada pembelajaran inklusif sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model pengembangan 4D meliputi define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas dua validator ahli, 30 peserta didik pada uji coba terbatas, dan 100 peserta didik pada uji coba luas di sekolah dasar inklusif Kabupaten Buleleng. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, skala relevansi, dan kuesioner rating scale. Analisis data dilakukan menggunakan rumus Gregory, korelasi Product Moment, dan Alpha Cronbach berbantuan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan koefisien validitas isi sebesar 1,00 dengan kategori sangat tinggi, seluruh 20 butir instrumen memperoleh nilai rhitung lebih besar dibandingkan rtabel 0,361 pada uji terbatas dan 0,197 pada uji luas dengan signifikansi <0,05, serta reliabilitas sebesar 0,970 pada uji terbatas dan 0,718 pada uji luas. Kesimpulannya, instrumen KITA valid, reliabel, dan layak digunakan. Implikasinya, instrumen mendukung penilaian sikap ilmiah yang objektif, kontekstual, inklusif, dan berbasis budaya lokal di sekolah dasar. Instrumen juga mampu mengukur aspek toleransi, kerja sama, berpikir terbuka, dan kepedulian sosial peserta didik secara sistematis sehingga memudahkan guru memantau perkembangan karakter peserta didik secara berkelanjutan.