Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak fluktuasi harga sayuran terhadap pendapatan petani sayuran di Desa Bukit Kecamatan Pelawan serta menganalisis upaya petani dalam memenuhi kesejahteraan keluarga di tengah fluktuasi harga sayuran berdasarkan perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di Desa Bukit Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 13 informan yang terdiri atas petani, pedagang, dan pembeli sayuran. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi, ketekunan pengamatan, dan bahan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga sayuran memberikan dampak yang berbeda terhadap setiap pelaku dalam rantai pasokan. Bagi petani primer, fluktuasi harga menyebabkan pendapatan yang tidak stabil dan sering kali tidak sebanding dengan biaya produksi. Sementara itu, petani yang juga berperan sebagai pedagang memiliki alternatif sumber pendapatan sehingga dampaknya relatif lebih kecil, sedangkan pembeli mengalami peningkatan pengeluaran yang menyebabkan perubahan pola konsumsi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, petani melakukan berbagai upaya, seperti diversifikasi tanaman, pengelolaan keuangan, penyesuaian harga jual, pengelolaan stok, dan pemilihan saluran pemasaran. Upaya-upaya tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi Islam yang mengedepankan nilai ikhtiar, tawakal, qana'ah, kejujuran, serta menghindari praktik riba, sehingga tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada tercapainya kesejahteraan yang menyeluruh (falah).