Muslihatud Diniyah
Universitas Nurul Jadid, Probolinggo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kritis terhadap Penafsiran KH. Nur Ihya’ tentang Penciptaan Nabi Adam: Kajian atas Problem Metodologis Tafsir Saintifik Muslihatud Diniyah; Musolli Musolli
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.905

Abstract

Penafsiran KH. Nur Ihya’ mengenai penciptaan Nabi Adam menimbulkan diskursus karena menawarkan interpretasi yang berbeda dari pandangan mayoritas mufasir. Ia memaknai frasa nafs wāḥidah sebagai stem cell serta berpendapat bahwa Nabi Adam lahir melalui rahim seorang ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi penafsiran KH. Nur Ihya’ serta mengkritisinya berdasarkan perspektif metodologi tafsir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), bersifat deskriptif-analitis dan komparatif. Data primer diperoleh dari video ceramah KH. Nur Ihya’ dan kitab-kitab tafsir klasik maupun kontemporer, sedangkan data sekunder berasal dari buku dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui kajian linguistik, kontekstual, intertekstual, dan komparatif terhadap penafsiran para mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran KH. Nur Ihya’ merepresentasikan corak tafsir saintifik yang mengintegrasikan konsep biologi modern ke dalam penafsiran Al-Qur’an. Namun, konstruksi tersebut menghadapi sejumlah problem metodologis. Pemaknaan nafs wāḥidah sebagai stem cell tidak memiliki landasan semantik yang kuat, tidak sesuai dengan konteks Q.S. al-Nisā’ [4]:1, serta berbeda dari penafsiran mayoritas mufasir klasik dan kontemporer. Selain itu, kesimpulan bahwa Nabi Adam lahir melalui rahim seorang ibu tidak sejalan dengan struktur argumentasi Q.S. Āli ‘Imrān [3]:59 maupun deskripsi penciptaan Adam dalam Q.S. al-Ḥijr [15]:26–29. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga konsistensi kaidah metodologi tafsir ketika mengintegrasikan temuan sains modern ke dalam penafsiran Al-Qur'an.