Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda penyelesaian tugas belajar yang sering muncul pada siswa Sekolah Menengah Pertama dan berdampak pada rendahnya kedisiplinan serta kualitas belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan konseling behavioristik dengan teknik self management dalam mengatasi prokrastinasi akademik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mayong Jepara serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian adalah satu siswa kelas VIII yang menunjukkan kecenderungan perilaku prokrastinasi akademik berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling behavioristik dengan teknik self management melalui proses identifikasi masalah, pelaksanaan layanan konseling, serta tindak lanjut dan evaluasi membantu siswa mengurangi kecenderungan perilaku prokrastinasi akademik. Perubahan tersebut ditunjukkan oleh meningkatnya ketepatan waktu dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas, membaiknya disiplin belajar, serta berkembangnya kemampuan siswa dalam mengelola waktu dan tanggung jawab akademik. Faktor pendukung meliputi kerja sama antara guru bimbingan dan konseling, wali kelas, dan siswa, sedangkan faktor penghambat berasal dari rendahnya motivasi internal dan pengaruh lingkungan.