Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi overstock dan stockout pada beberapa produk Gearbox akibat pengendalian persediaan yang masih dilakukan secara manual, sehingga proses pengolahan data dan pengambilan keputusan pengadaan belum berjalan secara sistematis. Rumusan masalah penelitian ini meliputi analisis kondisi aktual persediaan, penerapan metode peramalan, analisis ABC, dan Min-Max dalam pengendalian persediaan, serta pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis Web untuk membantu pengelolaan stok. Metode penelitian yang digunakan meliputi peramalan dengan metode Moving Average (MA), Weighted Moving Average (WMA), dan Holt-Winter; analisis ABC untuk menentukan prioritas pengendalian persediaan, serta metode Min-Max untuk menentukan safety stock, minimum stock, maximum stock, dan reorder point (ROP). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa produk Gearbox 9S Nylon, Gearbox 4S Nylon, dan Gearbox 4S Besi mengalami overstock, sedangkan Gearbox 9S Besi mengalami stockout. Hasil analisis ABC mengklasifikasikan Gearbox 9S Nylon ke dalam kategori A dan Gearbox 9S Besi ke dalam kategori C. Metode Holt-Winter terpilih sebagai metode peramalan terbaik dengan tingkat kesalahan peramalan terendah (MAPE sebesar 29,93% pada Gearbox 9S Nylon dan 14,79% pada Gearbox 9S Besi) dibandingkan metode MA dan WMA. Sistem pendukung keputusan berbasis Web yang dikembangkan berhasil mengintegrasikan proses peramalan , analisis ABC, dan Min-Max, dengan hasil validasi yang konsisten dengan perhitungan manual menggunakan Microsoft Excel, serta mampu mengurangi tahapan proses sebesar 50,00% pada peramalan dan masing-masing 40,00% pada analisis ABC dan Min-Max. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu membantu pengendalian persediaan produk Gearbox, mengurangi risiko overstock dan stockout, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan persediaan di Industri Akuakultur.