Lidia Atika Septa Dela
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Tata Kelola Ekowisata Mangrove Berbasis Komunitas Dalam Konsep Blue Economy (Studi Kasus Pada Kampung Nelayan Sejahtera Kota Bengkulu Dalam Perspektif Islam) Lidia Atika Septa Dela; Romi Adetio Setiawan; Syaifuddin Syaifuddin
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.1145

Abstract

Ekowisata mangrove merupakan bentuk pengelolaan sumber daya pesisir yang berorientasi pada konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola ekowisata mangrove berbasis komunitas dalam konsep Blue Economy di Kampung Nelayan Sejahtera Kota Bengkulu serta implementasinya dalam perspektif Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola ekowisata telah menerapkan prinsip Community-Based Tourism melalui keterlibatan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pemanfaatan hasil pengelolaan. Implementasi Blue Economy tercermin pada konservasi mangrove, pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan ekonomi lokal melalui UMKM. Dalam perspektif Islam, pengelolaan tersebut mencerminkan nilai amanah, musyawarah (syura), keadilan, tanggung jawab, dan kemaslahatan. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi tata kelola berbasis komunitas, prinsip Blue Economy, dan nilai-nilai Islam mampu mendukung pelestarian lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.