Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FERMENTED GOAT MILK AND STINGLESS BEE HONEY MODULATE INTESTINAL LACTIC ACID BACTERIA AND BODY WEIGHT IN DIABETIC RATS MODEL Rinita Amelia; Dessy Abdullah; Ira Suryanis; Yudha Endra Pratama; Melya Susanti
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 2 (2026): Nusantara Hasana Journal, July 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i2.2301

Abstract

Diabetes mellitus is associated with intestinal dysbiosis and body-weight loss. Fermented goat milk provides probiotic lactic acid bacteria (LAB), whereas stingless bee honey contains oligosaccharides with prebiotic potential. This study evaluated their effects on body weight and intestinal LAB in diabetic rats. Streptozotocin-induced diabetic Sprague Dawley rats were assigned to five groups (n = 6): healthy control (K−), diabetic control (K+), fermented goat milk (P1, 1 mL/day), stingless bee honey (P2, 0.4 mL/day), and fermented goat milk supplemented with 5% stingless bee honey (P3, 1 mL/day) for 8 weeks. Body-weight change and intestinal LAB counts were analyzed using one-way ANOVA and Tukey's HSD test. Body-weight change differed significantly among groups (p = 0.0155). P2 showed the greatest weight gain, whereas K+ exhibited the greatest weight loss. Intestinal LAB counts also differed significantly (p < 0.001), with P2 showing the highest LAB population, followed by P1 and P3. Fermented goat milk and stingless bee honey increased intestinal LAB and alleviated diabetes-associated body-weight loss, with stingless bee honey producing the greatest overall effect.
Penguatan Layanan Posyandu Lansia melalui Skrining Tekanan Darah, Hemoglobin, dan Status Gizi di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang : Pengabdian Rinita Amelia; Ira Suranis; Dessy Abdullah; Yudha Endra Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7682

Abstract

Populasi lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat, sementara akses layanan kesehatan promotif dan preventif bagi kelompok ini di tingkat masyarakat masih perlu diperkuat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menguatkan layanan Posyandu Lansia melalui skrining tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), dan status gizi. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 8 Juli 2026, melibatkan 25 peserta lansia yang dihadirkan oleh pihak Puskesmas sebagai perwakilan dari setiap posyandu di wilayah kerja tersebut. Skrining tekanan darah menggunakan tensimeter digital, kadar Hb diukur dengan stick Hb, sedangkan berat badan dan tinggi badan diukur oleh mahasiswa kedokteran dibantu bidan dan perawat Puskesmas. Hasil menunjukkan rerata usia peserta 69,40 ± 6,50 tahun dengan mayoritas perempuan (76,0%). Pada status gizi, 40,0% peserta berada pada kategori obesitas dan 12,0% kategori kurus. Pada tekanan darah, sebagian besar peserta berada pada kategori prehipertensi hingga hipertensi derajat 1 (32,0% dan 36,0%), sementara 8,0% berada pada kategori krisis hipertensi. Pada pemeriksaan Hb, 44,0% peserta menunjukkan hasil pada rentang anemia (40,0% ringan dan 4,0% sedang). Temuan ini menegaskan pentingnya skrining rutin di Posyandu Lansia sebagai upaya deteksi dini, disertai edukasi dan koordinasi rujukan bersama Puskesmas dan kader untuk memperkuat pemantauan kesehatan lansia secara berkelanjutan