Bayu Pratama
Universitas Pembangunan Veteran Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Job Insecurity Terhadap Employee Loyalty di Perusahaan Startup Teknologi Dengan Organizational Commitment Sebagai Variabel Mediasi Bayu Pratama; Jubei Levianto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i2.15065

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena tech winter di industri startup teknologi Indonesia periode 2022-2025 yang memicu restrukturisasi dan ketidakpastian kerja masif. Tujuan penelitian ini adalah menguji mekanisme pengaruh job insecurity terhadap Employee Loyalty melalui mediasi organizational commitment. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 100 responden dan analisis Structural Equation Modeling (SEM-PLS). Hasil evaluasi model pengukuran menunjukkan seluruh variabel valid dan reliabel dengan nilai Average Variance Extracted (AVE) di atas 0,50. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa job insecurity berpengaruh negatif signifikan terhadap organizational commitment (O = -0,991; P = 0,000). Selanjutnya, organizational commitment terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap Employee Loyalty (O = 0,937; P = 0,000). Namun, ditemukan bahwa job insecurity tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Employee Loyalty (O = -0,059; P = 0,253). Temuan ini mengonfirmasi peran organizational commitment sebagai mediator penuh (full mediation) dengan nilai signifikansi jalur mediasi P = 0,000. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ketidakpastian kerja tidak serta-merta menghancurkan loyalitas karena adanya kalkulasi rasional karyawan di pasar tenaga kerja yang sulit, namun ia bekerja secara destruktif dengan mengerosi komitmen organisasi sebagai fondasi utama. Pentingnya hasil ini menekankan bahwa manajemen harus memperkuat komunikasi empatik untuk menjaga keterikatan emosional sebagai benteng terakhir loyalitas.