Jubei Levianto
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Modal Manusia: Sebuah Telaah Kritis Jubei Levianto; Airlangga Surya Kusuma
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 3 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i3.8963

Abstract

Studi mengenai modal manusia sudah berlangsung selama 54 tahun. Selama 54 tahun tersebut terdapat pergeseran mengenai konsep modal manusia, dimana modal manusia bukan lagi sesuatu yang hanya memberikan manfaat bagi individu saja, namun juga mampu memberikan keunggulan bagi perusahaan. Dinamika dalam studi mengenai modal manusia selanjutnya melahirkan pendekatan mikro dan pendekatan makro dalam studi mengenai modal manusia. Selain itu dinamika dalam studi mengenai modal manusia juga menghasilkan pengklasifikasian modal manusia sebagai modal manusia umum dan modal manusia spesifik. Meskipun studi mengenai modal manusia sudah berlangsung selama 54 tahun, studi mengenai modal manusia masih memiliki kelemahan pada pengukuran variabel modal manusia itu sendiri serta penggunaan istilah modal manusia oleh periset dengan definisi yang berbeda – beda. Periset mengenai modal manusia juga terjebak pada pendekatan mikro dan pendekatan makro saja, namun belum banyak mengkaji mengenai interaksi dinamika modal manusia pada berbagai level analisis yang berbeda. Oleh karena itu di masa depan masa depan akan lebih baik jika riset mengenai modal manusia dilakukan secara multilevel sehingga interaksi antara dinamika modal manusia di berbagai level analisis dapat dipahami dengan lebih baik.
Pengaruh Rotasi Kru Terhadap Kinerja Kru Yang Dimediasi Oleh Stres Kerja Pada Industri Pelayaran Alimin Alimin; Jubei Levianto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.15052

Abstract

Fluktuasi kinerja dan risiko human error di industri pelayaran yang berisiko tinggi sering kali dipicu oleh kegagalan manajemen dalam mengelola ritme kerja dan kondisi psikologis awak kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh rotasi kru terhadap kinerja kru melalui peran mediasi stres kerja, dengan menggunakan landasan teori Job Demands-Resources (JD-R) Model. Penelitian kuantitatif ini dilakukan melalui survei kuesioner terhadap 100 responden pelaut aktif dari berbagai jenjang kepangkatan. Data dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pelaksanaan rotasi kru yang baik berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat stres kerja. Sebaliknya, tingginya stres kerja terbukti mendegradasi kinerja operasional dan keselamatan kru secara signifikan. Temuan kebaruan (novelty) penelitian ini membuktikan bahwa stres kerja berperan sebagai mediator vital; artinya, ketidakpastian jadwal pergantian awak (crew change) merusak kinerja melalui mekanisme peningkatan tekanan psikologis yang gagal dikelola. Penelitian ini merekomendasikan perusahaan pelayaran untuk menerapkan sistem penjadwalan yang transparan dan menyediakan dukungan pemulihan mental di atas kapal sebagai strategi mitigasi risiko keselamatan.
Pengaruh Job Insecurity Terhadap Employee Loyalty di Perusahaan Startup Teknologi Dengan Organizational Commitment Sebagai Variabel Mediasi Bayu Pratama; Jubei Levianto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i2.15065

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena tech winter di industri startup teknologi Indonesia periode 2022-2025 yang memicu restrukturisasi dan ketidakpastian kerja masif. Tujuan penelitian ini adalah menguji mekanisme pengaruh job insecurity terhadap Employee Loyalty melalui mediasi organizational commitment. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 100 responden dan analisis Structural Equation Modeling (SEM-PLS). Hasil evaluasi model pengukuran menunjukkan seluruh variabel valid dan reliabel dengan nilai Average Variance Extracted (AVE) di atas 0,50. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa job insecurity berpengaruh negatif signifikan terhadap organizational commitment (O = -0,991; P = 0,000). Selanjutnya, organizational commitment terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap Employee Loyalty (O = 0,937; P = 0,000). Namun, ditemukan bahwa job insecurity tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Employee Loyalty (O = -0,059; P = 0,253). Temuan ini mengonfirmasi peran organizational commitment sebagai mediator penuh (full mediation) dengan nilai signifikansi jalur mediasi P = 0,000. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ketidakpastian kerja tidak serta-merta menghancurkan loyalitas karena adanya kalkulasi rasional karyawan di pasar tenaga kerja yang sulit, namun ia bekerja secara destruktif dengan mengerosi komitmen organisasi sebagai fondasi utama. Pentingnya hasil ini menekankan bahwa manajemen harus memperkuat komunikasi empatik untuk menjaga keterikatan emosional sebagai benteng terakhir loyalitas.
Fostering Organizational Citizenship Behavior Among Employees in the Indonesian Retail Industry: The Role of Transformational Leadership and Perceived Organizational Support Mediated by Work Environment Tomy Sarwono; Yudi Nur Supriadi; Jubei Levianto; Ivan Yulivan
Ilomata International Journal of Management Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijjm.v7i1.1953

Abstract

The modern retail industry in Depok City is experiencing major challenges driven by shifting consumer behavior, rapid technological change, and the lasting effects of the COVID-19 pandemic. This study examines how Transformational Leadership (TL) and Perceived Organizational Support (POS) influence Organizational Citizenship Behavior (OCB), with Leader–Member Exchange (LMX) as a mediating variable. Using a quantitative survey of modern retail employees in Depok, the findings reveal that TL positively affects OCB, while POS influences OCB indirectly through LMX. These results highlight the importance of effective leadership and perceived support in fostering employees’ extra-role behavior within Indonesia’s retail sector. The study contributes practical insights for improving employee engagement and productivity in a post-pandemic retail environment.
The Influence of Corporate Culture and Employee Readiness in Realizing the Vision of PT. Citilink with Employee Wellbeing as a Moderating Variable Adnan Husna Yusuf; Iwan Kresna Setiadi; Jubei Levianto
Ilomata International Journal of Management Vol. 7 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijjm.v7i2.1996

Abstract

This study examined the relationship between corporate culture and employee readiness within the strategic framework of PT Citilink Indonesia’s vision to become a world-class low-cost carrier, with employee wellbeing included as a moderating variable. A quantitative research design was used, employing Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) on survey data collected from 250 employees across multiple directorates. The analysis showed that corporate culture had a significant positive effect on employee readiness, with the structural model demonstrating substantial explanatory power. Employee readiness was identified as an essential driver of organizational adaptability, enabling the company to align more effectively with strategic transformation goals. Employee wellbeing strengthened the effect of corporate culture on readiness, indicating that employees with higher emotional, social, psychological, and financial wellbeing were more likely to internalize organizational norms and respond proactively to change. These findings contribute to the literature by providing empirical evidence of the moderating role of wellbeing in cultural–behavioral dynamics within Indonesia’s aviation industry. Practically, the study underscores the importance of integrating corporate culture initiatives with sustainable wellbeing programs to enhance resilience, engagement, and competitiveness in increasingly dynamic airline environments.