This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manfaat Senyawa Bioaktif Kerang Tiram dan Abalon Bagi Kesehatan Reproduksi: Tinjauan Literatur Paridah; Minnati Zulfa Anika; Hafizah Aulia; Ferlin Dewi Puspitasari; Zainal; Fitriani Iqbal; Syahrul Ramadhan
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25740

Abstract

Kesehatan reproduksi sangat penting untuk kualitas hidup dan keberlangsungan generasi. Diketahui bahwa stres oksidatif, inflamasi, dan ketidakseimbangan hormonal adalah beberapa penyebab gangguan reproduksi pada pria dan wanita. Makanan berbasis biota laut, yang mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat membantu proses reproduksi, telah menjadi subjek pengembangan baru-baru ini. Diketahui bahwa kerang tiram (oyster) dan abalon sangat kaya akan zinc, taurine, selenium, peptida bioaktif, polisakarida, dan asam lemak tak jenuh ganda yang penting untuk aktivitas biologis sistem reproduksi.Dengan menggunakan metode review literatur, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana senyawa bioaktif pada kerang tiram dan abalon dapat membantu kesehatan reproduksi. Dengan menggunakan artikel yang relevan dari tahun 2014–2026, database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Frontiers digunakan untuk mencari literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif pada kerang tiram dan abalon berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan sitoprotektif, melindungi sel reproduksi dari kerusakan oksidatif, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan, menjaga keseimbangan hormonal, dan mendukung kualitas sperma dan fungsi testis. Kandungan zinc pada tiram diketahui berkontribusi pada spermatogenesis dan sintesis testosteron, dan peptida bioaktif dan taurine berkontribusi pada spermatogenesis dan sintesis testosteron. Namun, bukti ilmiah tentang efektivitas dan cara kerjanya perlu diperkuat dengan penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia.