Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penyuluhan Interaktif : Pergaulan Bebas dan Kesehatan Reproduksi pada Mahasiswa Baru Perantauan FKM UHO Hilda Harun; Ruslan Majid; Rizkita Nur Ainun; Yasrul; Wa Ode Siti Aisyah Nur Cahyani; Sitti Nur Afridasari; Siti Nurfadilah; Paridah; Fifi Nirmala; Rastika Dwiyanti Liaran
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): GJPM - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i2.2136

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa perantauan merupakan kelompok rentan yang menghadapi berbagai risiko kesehatan, termasuk pergaulan bebas dan masalah kesehatan reproduksi akibat minimnya pengawasan orang tua dan tekanan adaptasi sosial di lingkungan baru. Jauh dari keluarga, mahasiswa perantauan sering kali menghadapi krisis identitas, pengaruh negatif teman sebaya, serta paparan konten digital yang tidak tersaring, sehingga meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai pergaulan bebas, kesehatan reproduksi, dan strategi adaptasi sehat di perantauan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang partisipatif dan berbasis media PowerPoint dan e-leaflet. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan desain kuasi-eksperimen pre-test post-test tanpa kelompok kontrol (one-group pre-test post-test design). Peserta berjumlah 54 mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo (FKM UHO) Angkatan 2025, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan interaktif menggunakan media PowerPoint, e-leaflet berbasis barcode yang dapat diakses melalui smartphone, serta sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner 15 item pilihan ganda melalui Google Form sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan batas kemaknaan p < 0,05. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13,63 pada pre-test menjadi 13,88 pada post-test, disertai peningkatan nilai median dari 14 menjadi 15 dari total skor maksimal 15. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antara skor sebelum dan sesudah intervensi (Z = -2,536; p = 0,011). Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi, dengan pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan relevan dengan pengalaman nyata di lingkungan perantauan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan partisipatif berbasis media PowerPoint, dan e-leaflet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswa perantauan tentang adaptasi sehat, pergaulan bebas, dan kesehatan reproduksi. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan yang aplikatif di lingkungan perguruan tinggi.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan melalui Gotong Royong Jumat Bersih Paridah; Hartati Bahar; Afifa Yunizah; Melinda Septiani Seba; Nur Cahyani Dwi Lestari
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): GJPM - Januari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i1.1996

Abstract

Lingkungan berperan penting bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, namun permasalahan sampah masih menjadi tantangan di Desa Sama Subur akibat keterbatasan fasilitas dan rendahnya kesadaran masyarakat. Pengelolaan sampah yang buruk dapat memicu pencemaran serta berbagai penyakit menular. Salah satu upaya yang dilakukan adalah gotong royong “Jumat Bersih” sebagai bentuk partisipasi dan solidaritas sosial. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga minggu melalui tahap perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang melibatkan masyarakat serta aparat desa. Data diperoleh dari jumlah Kepala Keluarga (KK) yang berpartisipasi dibandingkan dengan total KK, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan partisipasi stabil pada angka 48,89% dengan perbaikan kondisi lingkungan, ditandai berkurangnya sampah di sekitar jalan dan pemukiman. Temuan ini menegaskan bahwa gotong royong berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat pedesaan.
Gambaran Kesiapan Berhenti Merokok pada Perokok di Desa Puuwonggia, Kabupaten Konawe Utara Tahun 2026 Listy Handayani; Paridah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 7 (2026): GJMI - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v4i7.2212

Abstract

Kebiasaan merokok masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena menimbulkan ketergantungan, meningkatkan risiko penyakit, dan menyebabkan paparan asap rokok pada anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesiapan berhenti merokok pada perokok di Desa Puuwonggia, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2026 di Desa Puuwonggia, Konawe Utara. Populasi dan sampel terdiri atas 47 rumah tangga yang memiliki anggota keluarga perokok dan dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,4% perokok pernah mencoba berhenti dalam 12 bulan terakhir, sedangkan 57,4% belum pernah mencoba. Sebanyak 51,1% perokok belum mau berubah dan 48,9% baru bersedia mengurangi jumlah rokok, sementara tidak ada perokok yang menyatakan siap berhenti sepenuhnya. Penyebab utama kegagalan berhenti merokok adalah ketagihan atau rasa gelisah dan pengaruh lingkungan teman atau tempat kerja, masing-masing sebesar 33,3%. Dukungan yang paling banyak dibutuhkan adalah komitmen keluarga dan pembatasan tempat merokok, masing-masing sebesar 31,15%. Kesiapan berhenti merokok masih rendah sehingga diperlukan konseling motivasional, dukungan keluarga, pelayanan berhenti merokok di puskesmas, dan penerapan rumah bebas asap rokok
Maternal Determinants of Stunting among Under-Five Children in the Service Area of Mata Public Health Center: A Qualitative Study Listy Handayani; Hariati Lestari; Nurhijrianti Akib; Paridah; Sesy Dwi Prinita Jafarudin; Heni Delfita Maharani
Journal of Epidemiology and Health Science Vol. 3 No. 2 (2026): May - August
Publisher : Yayasan Cipta Anak Bangsa (YCAB) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/jehs.v3i2.1912

Abstract

Background: Stunting remains a major public health issue in Indonesia, particularly in the service area of the Mata Public Health Center, which has reported the highest prevalence in Kendari City over the past three years.Objectives: This study aims to explore the maternal determinants contributing to stunting among children aged 2–5 years in the working area of Mata Public Health Center.Methods: A descriptive qualitative study was conducted in the Mata Public Health Center in July 2025. Five informants were selected through purposive sampling, consisting of two key informants (nutrition coordinator and MCH health worker) and three general informants (two mothers of stunted children and one mother of a non-stunted child). Data were collected through in-depth interviews guided by structured questions, then analyzed using coding, data categorization, and thematic interpretation.Results: Mothers demonstrated a generally adequate understanding of stunting, recognizing it as impaired growth influenced by nutrition, maternal health, and environmental hygiene. However, gaps emerged between perception and practice. Delayed first ANC visits (K1), limited awareness of the importance of early pregnancy monitoring, and inconsistent adherence to recommended ANC schedules reduced opportunities for preventive interventions. While IFA tablets were routinely distributed and monitored, consumption varied; some mothers adhered well, whereas others discontinued intake due to perceived side effects or insufficient quantities received.Conclusion: Maternal perceptions, ANC practices, and IF A supplementation behaviors significantly influence stunting outcomes in the Mata Public Health Center area. Strengthening maternal awareness through targeted education, improving early ANC engagement, and ensuring consistent monitoring of supplement adherence are essential strategies to reduce stunting prevalence.Keywords: Antenatal Care Visit, Determinant, IFA Consumption, Mother’s perception, Stunting
Manfaat Senyawa Bioaktif Kerang Tiram dan Abalon Bagi Kesehatan Reproduksi: Tinjauan Literatur Paridah; Minnati Zulfa Anika; Hafizah Aulia; Ferlin Dewi Puspitasari; Zainal; Fitriani Iqbal; Syahrul Ramadhan
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25740

Abstract

Kesehatan reproduksi sangat penting untuk kualitas hidup dan keberlangsungan generasi. Diketahui bahwa stres oksidatif, inflamasi, dan ketidakseimbangan hormonal adalah beberapa penyebab gangguan reproduksi pada pria dan wanita. Makanan berbasis biota laut, yang mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat membantu proses reproduksi, telah menjadi subjek pengembangan baru-baru ini. Diketahui bahwa kerang tiram (oyster) dan abalon sangat kaya akan zinc, taurine, selenium, peptida bioaktif, polisakarida, dan asam lemak tak jenuh ganda yang penting untuk aktivitas biologis sistem reproduksi.Dengan menggunakan metode review literatur, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana senyawa bioaktif pada kerang tiram dan abalon dapat membantu kesehatan reproduksi. Dengan menggunakan artikel yang relevan dari tahun 2014–2026, database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Frontiers digunakan untuk mencari literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif pada kerang tiram dan abalon berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan sitoprotektif, melindungi sel reproduksi dari kerusakan oksidatif, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan, menjaga keseimbangan hormonal, dan mendukung kualitas sperma dan fungsi testis. Kandungan zinc pada tiram diketahui berkontribusi pada spermatogenesis dan sintesis testosteron, dan peptida bioaktif dan taurine berkontribusi pada spermatogenesis dan sintesis testosteron. Namun, bukti ilmiah tentang efektivitas dan cara kerjanya perlu diperkuat dengan penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia.
Hubungan Besaran Uang Saku Dengan Konsumsi Ultra-Processed Food Pada Mahasiswa Gizi Tahun 2026 Renni Meliahsari; Ruwiah; Paridah; Irma Yunawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 7 (2026): GJMI - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v4i7.2260

Abstract

Konsumsi ultra-processed food (UPF) meningkat pesat di negara berpenghasilan menengah dan berkaitan dengan berbagai luaran kesehatan merugikan. Uang saku menentukan daya beli pangan mahasiswa, namun perannya belum banyak diteliti. Adapun tujuan dari penelitian ini Adalah untuk menganalisis hubungan besaran uang saku dengan konsumsi UPF pada mahasiswa. Penelitian merupakan desain cross-sectional pada 165 mahasiswa. Uang saku dikategorikan berdasarkan median, yaitu kurang dari Rp1.000.000 dan ≥ Rp1.000.000; konsumsi UPF dikategorikan sering atau jarang. Analisis menggunakan uji chi-square dengan kemaknaan 5%. Hasil yang didapatkan bahwa sebanyak 52,1% responden tergolong sering mengonsumsi UPF. Proporsi tersebut mencapai 66,3% pada kelompok uang saku Rp1.000.000 atau lebih dibandingkan 35,5% pada kelompok di bawahnya (p < 0,001). Adapun kesimpulannya Adalah besaran uang saku berhubungan bermakna dengan konsumsi UPF. Intervensi gizi kampus perlu menyasar literasi pangan, bukan sekadar keterbatasan ekonomi