This study investigates the degradation of breakdown voltage and dielectric strength of mineral oil type Nynas and pure soybean oil used as transformer insulation under accelerated thermal aging at 150°C for 800 hours. Sampling was conducted every 200 hours, and parameters were measured using standard electrode methods following IEC guidelines. Results show that mineral oil experiences significant exponential decay in electrical properties, indicating rapid chemical degradation. In contrast, soybean oil exhibits greater stability during initial and mid-aging phases, although a marked decline accompanied by gel formation occurs at later stages (600–800 hours). The exponential decay model fits the mineral oil degradation data, while the second-order polynomial model better represents the nonlinear degradation pattern of soybean oil. This study highlights the potential of soybean oil as an environmentally friendly insulation alternative, with attention needed on its physical stability during long-term use. Abstrak: Penelitian ini membahas degradasi tegangan breakdown dan kekuatan dielektrik minyak mineral tipe Nynas dan minyak kedelai murni sebagai isolasi transformator di bawah penuaan termal terakselerasi pada suhu 150°C selama 800 jam. Pengujian dilakukan dengan interval 200 jam menggunakan metode elektroda jamur sesuai standar IEC. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa minyak Nynas mengalami penurunan eksponensial pada seluruh parameter kelistrikan, menandakan degradasi kimiawi yang cepat. Sebaliknya, minyak kedelai murni menunjukkan ketahanan lebih baik pada fase awal hingga menengah aging, meskipun terjadi penurunan yang signifikan dan pembentukan gel pada tahap lanjut (600–800 jam). Model eksponensial sesuai untuk minyak mineral, sedangkan model polinomial orde dua lebih tepat untuk menggambarkan pola degradasi minyak nabati. Studi ini memperkuat potensi minyak kedelai murni sebagai alternatif ramah lingkungan, namun perlu perhatian khusus terhadap stabilitas fisik pada penggunaan jangka panjang.